Penjualan LPG Illegal Diduga Terjadi, Kabag Ekbang Pemkot Kotamobagu “Bungkam”

0
915
Video Dugaan “Transaksi Gelap” Gas LPG 3 Kilogram oleh Truck PT Gemilang Prima Semesta
Tampak proses transaksi gas LPG
Advertisement

BOLMORA, KOTAMOBAGU – Adanya Agen penjualan Liquified Petroleum Gas (LPG) yang diduga berbuat nakal akibat kurangnya pengawasan oleh pemerintah. Salah satu bukti terjadi beberapa waktu lalu di salah satu pangkalan LPG yang terletak di ruas jalan Ade Irma Kota Kotamobagu. Di situ, mobil truk milik agen yang diduga milik PT Gemilang Prima Semesta, terlihat oleh warga memindahkan tabung LPG langsung ke dua kendaraan pickup berplat nomor luar Kota Kotamobagu.

“Awalnya saya heran kenapa ada bongkar muat LPG  di pangkalan ini. Padahal pemiliknya tidak ada di tempat, karena sedang berada di luar daerah. Yang lebih mengagetkan lagi, tabung tidak diturunkan ke dalam gudang tapi langsung dipindahkan ke dua mobil pickup yang diparkir disamping truk LPG itu,” ungkap salah satu warga kompleks pangkalan tersebut, yang namanya tidak mau dipublikasikan.

Baca Berita Terkait: Video Dugaan “Transaksi Gelap” Gas LPG 3 Kilogram oleh Truck PT Gemilang Prima Semesta

Atas laporan warga terkait kejadian tersebut, BOLMORA.COM pun langsung menghubungi Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu Alfian Hasan, dan dirinya mengatakan akan turun memeriksanya. Namun hingga saat ini, belum ada tindakan atas hal tersebut. Bahkan, ketika dihubungi lewat WhatsApp tidak ada tanggapan. Padahal, seperti yang dikutip dari Manadopostonline.com, edisi Rabu (26/9/2018), sekira 275 pangkalan elpiji di Kota Kotamobagu terus mendapat pengawasan dari Pemkot Kota Kotamobagu. Pengawasan dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penampungan yang menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga elpiji bersubsidi 3 kilogram.
Kepala Bagian Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Alfian Hassan mengatakan, pihaknya terus melakukan pengawasan dengan menurunkan sejumlah petugas di lapangan untuk melakukan pengecekan penyaluran elpiji di tiap pangkalan.

“Kami ada petugas di lapangan untuk pengawasan, sehingga semuanya selalu terawasi. Namun, kalau ada laporan dari masyarakat terkait penyaluran elpiji atau harga yang yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET), akan langsung kami tindaki,” ujar Alfian.

(me2t)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here