PWI Kotamobagu Ingatkan Wartawan Jangan Campur Adukan Fakta dan Opini dalam Membuat Berita

0
73
PWI Kotamobagu Ingatkan Wartawan Jangan Campur Adukan Fakta dan Opini dalam Membuat Berita
Ketua PWI Kotamobagu Gunady Mondo

BOLMORA.COM, KOTAMOBAGU – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Kotamobagu Gunady Mondo, mengingatkan agar para pewarta untuk tidak mencampur adukan antara fakta dan opini dalam membuat sebuah berita. Hal itu dikatakan Gunady lewat keterangan persnya kepada awak media, Selasa (12/01/2021) siang tadi.

“Dalam kode etik jurnalistik khususnya di pasal 3 jelas dikatakan Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah,” ungkap Gunady.

Menurutnya, dalam pasal 1 Kode Etik Jurnalistik jelas disebutkan kalau, dalam menjalankan pekerjaannya sebagai seorang pewarta, maka Wartawan Indonesia bersikap independen, untuk menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.

“Dalam artian disini adalah berita yang akurat itu adalah berita yang bisa dipercaya, dan juga berimbang, serta tidak beritikad buruk yang berarti tidak memiliki niat untuk sengaja menimbulkan kerugian kepada pihak lain,” tambahnya.

Selanjutnya, kata Gunady, pewarta dalam setiap membuat pemberitaan sebaiknya senantiasa berimbang, dengan melakukan konfirmasi kepada yang berkompeten akan berita itu.  

“Untuk masyarakat juga, kami harap juga tidak menelan mentah-mentah setiap informasi yang disajikan sehingga memunculkan opini negatif.  Ini harus dilihat dari sisi pemberitaannya berimbang atau tidak. Namun begitu, kami PWI juga yakin kalau masyarakat di Kotamobagu dan Bolaang Mongondow Raya secara luas, sudah lebih cerdas dan bisa menyaring informasi, apakah informasi yang disajikan valid atau hanya sekedar opini,” jelasnya.

Terakhir, untuk instansi teknis terkait, Gunady berpesan untuk bisa melayani setiap konfirmasi yang dilakukan oleh wartawan. 

“Tetapi harus dipastikan dulu, apakah yang bersangkutan benar-benar wartawan atau tidak, seperti menanyakan ke yang bersangkutan wartawan dari mana, serta mengecek identitasnya,” tuturnya. 

(Nisar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here