Puluhan Jurnalis Sambangi Polres Kotamobagu Pertanyakan Kasus Penganiayaan Wartawan

0
241
Puluhan Jurnalis Sambangi Polres Kotamobagu Pertanyakan Kasus Penganiayaan Wartawan
Puluhan wartawan diterima Kapolres Kotamobagu di ruang kerjanya

BOLMORA.COM, HUKRIM Puluhan jurnalis, baik dari organisasi PWI (Persatuan Wartawan Indonesia), AJI (Asosiasi Jurnalis Independen) dan IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia), bersama sejumlah LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), Rabu (18/3/2020), mendatangi Polres Kotamobagu.

Kedatangan puluhan wartawan yang bertugas di berbagai daerah se-Bolmong Raya ini, sebagai bentuk solidaritas atas kejadian penganiayaan yang menimpa seorang wartawan media online Sulutgo.com, atas nama Roni Bonde, di kompleks pasar Desa Tanoyan Selatan, Selasa (17/3/2020).

Ketua PWI Kota Kotamobagu Gmobagu mengatakan, kedatangan dirinya bersama puluhan jurnalis untuk mempertanyakan tindak lajut kaasus penganiayaan seorang wartawan media online, yang telah dilaporkan di SPKT Polres Kotamobagu, pada Selasa (17/3/2020) sore.

“Kedatangan kami untuk memastikan dan mempertanyakan sudah sejauh mana tidakan Polres Kotamobagu, terkait kasus penganiayaan yang menimpa teman kami sesama profesi,” ungkapnya.   

Dia berharap, pihak Polres Kotamobagu menindak tegas para pelaku yang terlibat dalam penganiayan tersebut.

“Apapun alasannya, tindakan kekerasan terhadap pekerjka pers tidak dibenarkan. Rekan kami Roni berada di tempat itu untuk melaksanakan tugas peliputan, akan tetapi mendapat perlakukan kekerasan oleh sejumlah orang. Olehnya, saya miminta kepada Polres Kotamobagu untuk menseriusi kasus ini dengan secepatnya menangkap para pelaku,” pinta Gun, sapaan akrab pemimpin redaksi media online Bolmora.Com itu.

Sementara, Kapolres Kotamobagu AKBP. Prasetya Sejati, S.I.K, ditemui di ruang kerjanya mengungkapkan akan melakukan tindakan serius atas kasus tesebut.

“Secepat mungkin kasus ini akan ditindak lanjuti. Saya saya sudah memerintahkan anggota untuk segera melakukan penyelidikan dan pemanggilan kepada sejumlah nama sebagai saksi,” katanya.

Ia juga berjanji akan mengusut tuntas kasus ini, dan diproses secara hukum.

“Saya turut prihatin atas musibah ini. Harapan saya, teman-teman wartawan turut membantu kami dalam melakukan proses penyelidikan. Sehingga, para terduga pelaku dapat segera ditangkap,” imbuh Prasetya.

Sebagaimana diketahui, Roni jadi korban penganiayaan saat liputan kunjungan Tim Kapolda Sulut Irjen Pol. Royke Lumoya, M.M, bersama Bupati Kabupaten Bolmong Yasti Soperedjo Mokoagow, dan jajaran di lokasi pertambangan emas tanpa izin (PETI) di pegunungan Potolo–Rumagit.

Kedatangan Kapolda disambut ratusan massa yang terkosentrasi di pintu masuk Pasar, arah pegunungan Potolo-Rumagit. Korban bersama sejumlah wartawan lainnya hendak melakukan liputan. Namun, tiba-tiba didatangi sejumlah orang.

Korban langsung diinterogasi, bahkan beberapa orang melakukan penganiayaan. Akibat kejadian ini, korban mengalami memar di bagian perut, leher belakang dan kepala. Bahkan, baju yang Ia gunakan robek.

“Saya masih merasa pusing akibat pukulan tersebut. Bahkan, sekujur tubuh sakit. Saya ini bawa id card pers saat liputan, kok dihakimi seperti itu. Saya meminta Polres Kotamobagu serius menangani kasus ini,” ujar Roni.

Tidak hanya dianiaya, dua buah handpone milik korban raib diambil para pelaku yang beringas saat itu. Beberapa pelaku terekam di video saat ini sudah dikantongi aparat kepolisian.

Pun puluhan jurnalis gabungan PWI, AJI dan IJTI di Bolmong Raya mendesak Kapolres Kotamobagu bertindak tegas atas kasus penganiayaan ini. Juga meminta Kapolres sesegera mungkin melakukan penagkapan kepada para pelaku.

 (*/Tim Redaksi)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here