Pengadaan Tiga Unit Kendis untuk Pimpinan DPRD dan Sekwan Bolmut Dinilai Pemborosan

0
224
Pengadaan Tiga Unit Kendis untuk Pimpinan DPRD dan Sekwan Bolmut Dinilai Pemborosan
Gambar Ilustrasi Pengadaan Kendaraan Dinas

BOLMORA.COM, BOLMUT – Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2020, oleh Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Bolmut, yang dituangkan pada Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), kemudian disetujui menjadi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) dan telah diparipurnakan oleh DPRD Bolmut, menuai reaksi dari sejumlah pihak.

Pantauan Bolmora.Com, sejauh ini hasil paripurna DPRD Bolmut tentang RAPBD yang dituangkan dalam KUA-PPAS tahun 2020, ada beberapa item yang menjadi sorotan. Termasuk pengadaan tiga unit kendaraan dinas (Kendis) berbandrol kurang lebih Rp1,6 Miliar, yang kemudian dipertanyakan publik.

Pengadaan kendis masing-masing untuk Sekretaris DPRD, Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II DPRD Bolmut itu dinilai pemborosan uang negara. Bagaimana tidak, sejak pembahasan RAPBD berlangsung, DPRD Bolmut melalui Banggar begitu gencar menguliti TAPD, perihal penggunaan dan peruntukan APBD yang terkesan pemborosan uang negara khususnya Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), terlebih kepada Kepala Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD), termasuk pembayaran Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) yang dianggap terlalu besar angkanya.

Loading...

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Penjara Rafik Patingki, saat dikonfirmasi via WhatsApp, menilai hal tersebut tidak mencerminkan rasa keadilan bagi masyarakat Bolmut. Hal itu dianggap hanya mempertontonkan kemewahan pejabat dengan menggunakan uang rakyat.

“Ini bukan bagian ‘menjaga marwah’, akan tetapi bentuk kesewenang-wenangan dalam menggunakan anggaran daerah yang tidak berbasis pada kinerja legislatif selama ini,” ujar Rafik, Senin (2/12/2019).

Rafik menambahkan, seharusnya Pemerintah Daerah dan DPRD Bolmut tidak perlu mempertontonkan fasilitas mewah, namun menekankan lebih pada kinerja.

“Walaupun dibenarkan secara aturan, tapi di tengah kondisi sosial rakyat Bolmut dengan masalah kemiskinan dan pengangguran yang belum ada peluang terselesaikan, jelas ini tidak patut,” cetusnya.

Dia berharap, DPRD Bolmut dapat menyederhanakan kebutuhan fasilitas yang digunakan, dengan menekankan prinsip kesederhanaan, ekonomis dan efektif.

“Fasilitas mewah mau dibudayakan oleh pemerintah kita, akan tetapi tangung jawab DPRD Bolmuit terhadap rakyat yang telah memilih mareka lebih jauh penting, dan seharusnya mareka menyadarinya,” sebut Rafik.

Dirinya menolak secara tegas pengadaan Kendis tersebut, dengan dasar sangat mencederai keadilan masyarakat yang hidup dalam serba kekurangan, dan banyaknya pengangguran di Bolmut.

“Apalagi, Kendis yang sebelumnya masih sangat layak untuk digunakan,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Bolmut Sirajudin Lasena, kepada awak media mengatakan, rencana pengadaan sudah disesuaikan dengan rencana kerja Sekretariat Dewan (Setwan). Dimana, semua belanja Pemda Bolmut akan dievaluasi, termasuk pengadaan tiga unit Kendis yang diperuntukan bagi pimpinan DPRD dan Sekretaris Dewan.

“Akan d evaluasi di tingkat provinsi, apakah APBD disusun sudah berdasarkan kaidah serta peraturan perundang-undangan,” jelas Lasena, via WhatsApp, Senin (2/12/2019).

Sementara itu, Wakil Ketua Banggar DPRD Bolmut Saiful Ambarak, juga angkat bicara. Menurutnya, pengadaan Kendis sah-sah saja, dalam rangka menunjang tugas dan kinerja pimpinan DPRD, guna menyerap aspirasi masyarakat dan tugas-tugas serta wewenang lainnya berdasarkan undang-undang dan berdasarkan kebutuhan, bukan keinginan.

“Ini merupakan keputusan bersama yang telah dibahas antara TAPD dan Banggar, termasuk beberapa Kendis yang ada di SKPD, yang salah satunya direncanakan akan dipinjam pakaikan kepada Kapolres Bolmut,” singkat Ambarak.

(Awall)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here