Tim Ahli DJKI Turun ke Polimdo, Dosen Dibekali Strategi Tulis Paten

BOLMORA.COM,SULUT – Kesempatan mendapatkan pendampingan langsung dari tim ahli Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) menjadi momentum penting bagi civitas akademika Politeknik Negeri Manado (Polimdo) untuk memperkuat kemampuan menghasilkan dan melindungi inovasi.
Hal ini diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Deskripsi Paten Sederhana yang digelar selama dua hari, mulai Selasa (15/9/2026), di Gedung Kuliah Terpadu kampus Polimdo.
Kegiatan tersebut resmi dibuka Pelaksana Tugas Direktur Polimdo, Dr. Diane Tangiang, S.H., M.Si., dengan menghadirkan narasumber ahli dari DJKI Kementerian Hukum Republik Indonesia.
Tiga narasumber yang hadir yakni Dian Hayati, S.T., M.T., Ester Nugraheni, S.T., M.T., dan Juli Fitriana, S.T., M.Si., bersama jajaran tim pendamping.
Kehadiran langsung tim DJKI menjadi hal istimewa dalam kegiatan tersebut. Dr. Diane menyampaikan bahwa pendampingan ahli secara langsung memberikan kesempatan berharga bagi dosen dan peneliti untuk memperdalam pemahaman mengenai penulisan dokumen paten.
“Kebanggaan ini terasa lebih istimewa. Biasanya kegiatan semacam ini diikuti melalui proses seleksi ketat, namun kali ini pendampingan ahli hadir langsung ke tengah-tengah kita,” ujar Dr. Diane.
Dalam kesempatan itu, Dr. Diane menyoroti pentingnya penguasaan teknik penyusunan dokumen paten bagi dosen dan peneliti Polimdo.
Ia menjelaskan, hasil riset berkualitas belum sepenuhnya terlindungi secara hukum apabila peneliti belum memahami pola penulisan deskripsi paten yang berbeda dengan karya tulis ilmiah atau artikel jurnal.
Karena itu, Bimtek ini diarahkan untuk membantu sivitas akademika memahami proses mengubah hasil penelitian menjadi teknologi baru yang dapat memperoleh perlindungan hukum.
“Bapak dan Ibu dosen serta peneliti adalah ujung tombak lahirnya inovasi nyata. Berbahagialah hadir hari ini, karena kita sedang menjadi bagian dari pencapaian besar menghasilkan teknologi yang berguna bagi masyarakat sekaligus menjamin hak ciptanya,” tambahnya.
Polimdo berharap kegiatan ini dapat mendorong peningkatan pesat jumlah dan kualitas pengajuan Hak Paten Sederhana dari civitas akademika.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen kampus dalam membangun ekosistem inovasi yang kuat, khususnya melalui pengembangan hasil riset dan perlindungan kekayaan intelektual.
(*/Jane)



