Posisi Abdul Kadir Mangkat Terus Digoyang, Desakan Mudalub Sebelum Pilgub Menguat

0
228
Posisi Abdul Kadir Mangkat Terus Digoyang, Desakan Mudalub Sebelum Pilgub Menguat
Robby Giroth dan Rafik Mokodongan

BOLMORA.COM, POLITIK – Desakan untuk melengserkan Abdul Kadir Mangkat dari jabatan Ketua DPD II Partai Golkar Bolmong terus menguat di kalangan akar rumput partai berlambang pohon beringin tersebut.

Robby Giroth,  Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Dumoga Timur, mendesak pengurus DPD II Partai Golkar Bolmong untuk segera menggelar Musdalub.

“Kami sudah tidak percaya lagi dengan kepemimpinan Mangkat,” ujarnya.

Baca: https://bolmora.com/09/2019/32062/12-pk-partai-golkar-bolmong-usulkan-musdalub/

Dikatakan, Musdalub perlu secepatnya digelar untuk menyelamatkan Partai Golkar di Bolmong. Sebab, di depan ada agenda Pilgub 2020, sehingga Golkar Bolmong harus solid sedari saat ini.

“Kami minta Musdalub segera digelar,” ucap Robby.

Menurutnya, Mangkat telah melakukan kesalahan besar dalam Pileg lalu dengan berkolaborasi dengan PDI Perjuangan. Indikasi itu tampak saat Mangkat membela Caleg Golkar yang terang-terangan melanggar aturan partai, dengan mendukung partai lain.

Anggota DPRD Bolmong ini juga mempertanyakan mengapa sayap Golkar nanti hidup usai Pileg.

“Kok saat pileg tidak bergerak, ini kan jadi tanda Tanya kami,” imbuhnya.

Robby mengungkapkan, raihan lima kursi Partai Golkar di Bolmong tidak bisa jadi alasan Mangkat untuk membela diri. Pasalnya, raihan itu stagnan, bahkan cenderung turun.

“Nasdem saja dari satu jadi tujuh kursi, sedang kita tetap lima, padahal Bolmong adalah lumbung suara Golkar,” kata dia.

Sebagaimana diketahui, kursi Ketua DPD II Partai Golkar Bolmong Abdul Kadir Mangkat digoyang. Belasan PK Partai Golkar mengusulkan segera dilaksanakan Musdalub untuk mengevaluasi kepemimpinan Mangkat.

Dalam surat yang diperoleh Bolmora.Com, yang ditandatangani pengurus Kecamatan Bolaang Timur, ada lima poin keberatan terhadap Mangkat. Pada poin satu dan dua, Mangkat disebut tidak pernah melaksanakan rapat koordinasi dan tidak mengaktifkan pengurus kecamatan yang tidur.

Baca Juga: https://bolmora.com/09/2019/32080/ketua-dpd-ii-partai-golkar-bolmong-digoyang-mangkat-itu-hal-biasa-dalam-politik/

Poin selanjutnya, ia dituding berkolaborasi dengan PDI Perjuangan. Pada poin empat, Mangkat disebut membiarkan permasalahan seorang caleg yang diduga melanggar AD/ART, karena tidak membesarkan Partai Golkar, namun hanya bekerja sama dengan PDI Perjuangan.

Sementara, di poin lima, Mangkat dituding tidak membesarkan Partai Golkar selama Pilcaleg 2019, dan bekerja sama dengan PDI Perjuangan.

Poin terakhir, Mangkat dituding tidak melaksanakan instruksi DPP mengenai pemenangan Partai Golkar.

Rafik Mokodongan, salah satu pengurus DPD II Partai Golkar Bolmong membenarkan usulan Musdalub tersebut.

“Suratnya sudah dibawa  ke DPD I,” akunya.

Sebut Rafik, keberatan para pengurus kecamatan adalah Mangkat tidak optimal membesarkan partai, yang menyebabkan suara Golkar di Bolmong tidak mencapai target. 

“Jika dilihat dari perolehna suara partai Golkar malah menurun, hanya saja Golkar diuntungkan dengan sistem pemilu yang baru. Intinya tidak ada peningkatan dalam jumalah suara,” terangnya.

Rafik berharap DPD I bisa mempertimbangkan Musdalub, demi kemajuan Partai Golkar di Bolmong khususnya.

Diketahui pada Pileg lalu, Partai Golkar Bolmong masuk zona papan tengah, sebab hanya meraih lima kursi, masih kalah dari PDI Perjuangan, dan Nasdem yang masing-masing meraih 7 kursi. Namun unggul atas partai Demokrat, Gerindra serta PKB. Padahal sebelum 2014, Kabupaten Bolmong selalu berada di bawah naungan partai berlambang beringin ini.

(Agung)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here