TRANSFORMASI TEKNOLOGI GURU MILENIAL

0
263
TRANSFORMASI TEKNOLOGI GURU MILENIAL
Sulfia Olii, S.PD.I, seorang Guru SDN 1 Sangkub 1, (Anggota KKG Gugus 1 Kecamatan Sangkub Kabupaten Bolaang Mongondow Utara)
Advertisement

Oleh: Sulfia Olii, S.Pd.I

MASA PANDEMI membuat hidup semua orang berubah. Perubahan tatanan kehidupan sudah meretas akibat virus yang sangat kecil, bernama virus corona.  Virus yang kasat mata telah meluluh lantahkan benteng pertahanan dan sendi-sendi kehidupan manusia. Pergeseran cara hidup, adat kebiasaan, dan tata kelola membuat kita harus bekerja dan memikirkan bagaimana cara kita menyikapi sebuah permasalahan yang besar di Indonesia ini. Dunia pendidikan adalah salah satu yang terkena imbasnya. Sangat berdampak sekali dalam kehidupan pendidikan di Indonesia. Dari yang tadinya kegiatan dilakukan dengan cara tatap muka setiap hari (Luring), mau tidak mau harus berganti menjadi daring, peserta didik harus mengikuti pembelajaran dari rumah.

Pergeseran teknologi telah terjadi secara besar-besaran. Dari kita tidak pernah mengenal cara virtual dengan menggunakan Zoom meeting atau Google meet, kita diharuskan untuk melakukan kegiatan tersebut dalam hampir setiap harinya.    Guru yang biasanya menggunakan teknologi, yang dianggap sudah canggih      seperti menggunakan LCD ketika di sekolah, sekarang sudah tidak dapat dipakai lagi. Pergeseran adat, dan budaya membuat kita mencari jalan alternatif cara mengajar, supaya transfer ilmu tetap berjalan dengan normal.

Teknologi selalu berkembang guru harus senantiasa mengikuti perkembangan   teknologi. Kita harus dapat berinovasi mengikuti perkembangan yang ada. Guru  yang pada mulanya hanya menggunanakan WA saja seperti kita menggunakan HP    secara konvensional, sekarang kita dituntut untuk menjadi Play store. HP bukan hanya digunakan untuk chatting saja, tetapi kita harus menggunakan segala inovasi pembelajaran kita seperti yang terdapat pada Play store. Apalagi dalam   pembelajaran daring ini kita harus  menggunakan berbagai macam bentuk pembelajaran  yang  bisa  diterima  oleh  peserta didik  kita dengan baik.  Kita dapat gunakan berbagai macam teknologi, guru  harus  siap  dengan  perubahan,  karena  hidup  adalah perubahan.

Seperti halnya di sekolah saya di SDN 1 Sangkub 1 Kabupaten Bolaang Mongondow Utara,  menghadapi masa pandemi pada awalnya merasa ketakutan bagaimana cara membelajarkan kepada anak-anak didik kita. Pada  awalnya  Guru  hanya  membuat  tugas  saja,  kemudian guru  kelas bertugas  untuk  mengupload  di  grub  masing-masing  kelas. Kemudian timbullah wacana baru bagaimana cara membuat peserta didik sehingga berkembang dan beriteraksi dalam pembelajaran  pada  semester  berikutnya, maka  dibuatlah tutor  sebaya    di    sekolah. Teman-teman Guru yang    pandai dalam ICT membelajarkan kepada teman sejawatnya.        Sehingga kenallah kita dengan Aplikasi Google meet, Google classrom, Zoom Meteeng, GPS, Quiziz dan lain-lain. Pada semesterberikutnya pembelajaran telah bergeser menjadi kelas  maya, yaitu  kelas   secara terjadwal. Guru  harus  stanby  didepan Labtop dan Handphone untuk memberikan   pembelajaran secara online  dan interaksi berkaitan dengan materi pelajaran.

Pembelajaran tidak hanya sampai disitu saja, kita terus mencari alternatif-alternatif bentuk-bentuk  pembelajaran sehingga peserta didik  tidak  bosan  menerima  pelajaran yang  di berikan oleh guru. Guru  harus   senantiasa   mengabgrade   ilmu dengan mengikuti    pelatihan- pelatihan   dan   workshop-workshop.   Muncullah   Youtube, Bandicam.  Padled,  dan  Plotagon,  dan  berbagai  media  yang lain sebagai media   pembelajaran.  Media-media  ini senantiasa   saya   gunakan   setiap   saat   ketika   melakukan pembelajaran dalam setiap harinya.

Masa pandemi bukanlah masa degradasi pendidikan, tetapi kita harus  senantiasa bergerak selangkah lebih maju, jangan sampai kita tertinggal dengan yang lainnya. Kita harus tetap  berinovasi  dengan  teknologi,  harus  siap  dengan perubahan dan dapat memberikan pembelajaran yang lebih baik pada peserta didik. Semoga kita tetap menjadi pendidik sebagai garda terdepan di bidang pendidikan.

Penulis adalah seorang Guru SDN 1 Sangkub 1, (Anggota KKG Gugus 1 Kecamatan Sangkub Kabupaten Bolaang Mongondow Utara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here