Gali Keadilan, Jenazah Brigadir J Akan Kembali di Autopsy

0
Gali Keadilan, Jenazah Brigadir J Akan kembali di Autopsy
ilusstrasi otopsi
Advertisement

BOLMORA.COM,JAKARTA – Polri memutuskan autopsy ulang Jenazah Brigadir Nofriyansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J pada Rabu depan (27/07) di Jambi.

“Diputuskan untuk melaksanakan ekshumasi di jambi yang akan dilaksanan pada Rabu besok,” ungkap Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada media, Sabtu (23/7).

Irjen Dedi mengatakan keputusan yang diambil telah dikomunikasikan dengan pengacara, dokter forensik, dan pakar forensik. Menurutnya tim kepolisian dijadwalkan akan berangkat pada Selasa(26/7).

diketahui sudah 7 dokter yang akan dilibatkan dalam porses autopsy, metode autopsy hukum ini atau dikenal juga sebagai coroner autopsy, merupakan kondisi ketika petugas berwajib seperti polisi membutuhkan penyebab kematian seseorang. Misalnya, jika orang tersebut dibunuh atau kematiannya cukup mencurigakan. Autopsi jenis ini paling sering digunakan untuk korban kecelakaan atau korban kekerasan guna mengetahui penyebab pasti kematiannya.

Langkah autopsy ulang inilah yang telah diminta oleh pihak keluarga Brigadir J yang disampaikan pihak kuasa hukum Kamaruddin Simanjutak dan Partner.

Adapun tahapan otopsi yang dihimpun bolmora.com dari berbagi sumber

  1. Pemeriksaan Fisik

autopsy dimulai dengan pemeriksaan tubuh untuk mengetahui identitas fisik serta menemukan bukti dari penyebab kematian yang belum diketahui.
pemeriksaan ini meliputi; tinggi tubuh, karakteristik mata, panjang rambut dan kulit, mengetahui usia dan jenis kelamin, sampai bekas luka dicatat sebagai proses pemeriksaaan fisik dalam autopsy.

  1. Pemeriksaan organ dalam

Langkah pemeriksaan ini guna melahat kondisi organ dalam pada tubuh mayat tersebut yang meliputi paru-paru, ginjal, jantung, hati, pankreas, lambung, dan otak jika diperlukan. proses ini berguna untuk melihat apakah ada kerusakan organ dalam yang menjadi penyebab kematian.

  1. Pembedahan organ dalam

Dalam tujuan tertentu proses ini perlu dilakukan untuk pengangkatan organ, menggunakan metode ‘Rokitansky’ atau mengeluarkan semua organ dalam seperti paru-paru, ginjal, jantung, hati, dan limpa secara sekaligus. untuk mengumpulkan sampel kecil jaringan organ dengan menggunakan mikroskop.

  1. Pengangkatan Otak

Tuk beberapa kondisi penyakit, diperlukan pemeriksaan otak untuk observasi lebih dalam. Organ otak akan dikeluarkan untuk pemeriksaan jaringan, cairan yang dapat mengenali penyebab kematian yang tidak diketahui.

  1. dikembalikannya organ tubuh

Setelah semua proses telah dilakukan dan diambil sampel, organ – organ tersebut kembali di letakan kedalam tubuh dan akan dijahit kembali dengan utuh oleh dokter forensik.

  1. Menunggu Hasil Lab

Pengujian sampel dibutuhkan berdasarkan jaringan dan cairan tubuh seperti darah dari proses autopsi. Melansir Johns Hopkins Medicine, proses autopsi biasanya memakan waktu 1 hingga 2 jam saja. Yang lama adalah hasil observasi dari lab yang memeriksanya untuk mengetahui penyebab kematian tersebut. Bisa beberapa hari hingga berminggu-minggu.

  1. Proses Pemakaman
    Setelah otopsi selesai, jenazah atau mayat dapat diambil oleh pihak keluarga untuk melanjuti proses pemakaman. Jika beberapa organ disimpan untuk pengujian lebih lanjut, pemakaman mungkin perlu ditunda selama beberapa hari atau minggu. Hal ini apabila keluarga ingin tubuh mayat utuh sebelum dimakamkan atau dikremasi. Dalam hal ini, pihak pemakaman bisa membuat kesepakatan dengan rumah sakit untuk waktu yang ditentukan.

fajriansyah
sumber : cnnindonesia – orami.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here