Bos Pengusaha Kapur Asal Bolmong Dirampok, Uang Miliaran Raib

0
1539
Bos Pengusaha Kapur Asal Bolmong Dirampok, Uang Miliaran Raib
Gambar ilustrasi perampokan uang

BOLMORA.COM, HUKRIM Bos pengusaha kapur asal Desa Motabang, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolmong dirampok Mr X, tepatnya di jalan raya Desa Tuyat, Selasa (16/7/2019) sekira pukul 21.00 WITA. Atas kejadian itu pun, uang miliaran rupiah hasil dari bisnis raib dibawa kabur perampok.

Peristiwa berawal ketika Kisman Gonibala, seorang diri mengendarai mobil Agya dari arah Kota Kotamobagu menuju Lolak, dengan membawa uang yang diisi dalam dua dus besar yang ditaksir berjumlah miliaran rupiah.

Saat di jalan raya Desa Tuyat, Kisman (Korban) memberhentikan mobil untuk buang air kecil di pinggir jalan. Saat buang air kecil itulah, korban tiba-tiba dihantam dari belakang oleh orang tak dikenal.

Loading...

“Saya rasa perampok menghantam kepala saya memakai balok, dan saya pun pingsan. Setelah sadar uang saya miliaran rupiah hasil dari bisnis dan penagihan sudah tidak ada,” ungkap Tate Gonibala, yang diketahui adalah paman korban, dan yang melaporkan kejadian itu ke Polsek Lolak.

Beruntung, saat korban pingsan seorang warga desa setempat menemukannya, lalu memanggil anak-anak mahasiswa Kuliah Kerja Terpadu (KKT) untuk membawa korban ke rumah sakit terdekat.

“Ia segera dibawa ke RSUD Datoe Binangkang, lalu dirujuk ke RSU Prof Kandouw Malalayang. Sepanjang jalan ia pingsan dan muntah-muntah,” katanya.

Sementara itu, dari keterangan istri korban, suaminya saat itu membawa uang dalam jumlah banyak di dalam dua dus besar.

“Hari Rabu dia rencananya mau menagih uang sebesar Rp2,1 Miliar,” ucapnya. 

Menurutnya, saat ini kondisi korban masih dalam keadaan setenga tidak sadar.

 “Saat ini suami saya hanya bisa makan bubur,” ujar istri korban.

 Sementara itu, Kapolsek Lolak AKP Romel Pontoh, melalui Kanit Reskrim mengatakan, kasus tersebut sudah dilaporkan ke pihaknya.

“Yang dilaporkan adalah penganiayaan. Pamannya yang melapor,” kata dia.

Mengenai perampokan uang miliaran rupiah, pihaknya masih akan melakukan penyelidikan lebih dalam.

 “Mengenai itu kami masih selidiki, karena yang melapor pamannya, yang dilapor adalah penganiayaan. Kami berencana masih akan menemui korban,” tandas Kanir Reskrim.

(agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here