Polres Kotamobagu Hati-Hati Tangani Kasus Dugaan Penganiayaan Siswa

0
Polres Kotamobagu Hati-Hati Tangani Kasus Dugaan Penganiayaan Siswa
Kapolres Kotamobagu AKBP Irham Halid, SIK
Advertisement

BOLMORA.COM, HUKRIM – Kepolisian Resor (Polres) Kotamobagu sangat berhati-hati menangani kasus dugaan penganiayaan seorang siswa di Kota Kotamobagu. Hal itu dikatakan Kapolres Kotamobagu AKBP Irham Halid, SIK, saat memberikan keterangan kepada sejumlah awak media. Rabu, (15/6/2022).

Baca: Diduga Korban Bully, Seorang Siswa Madrasah di Kota Kotamobagu Meninggal Dunia

Irham Halid menyampaikan, pihaknya dalam melakukan proses hukum kasus dugaan penganiayaan ini sangat berhati-hati.

“Untuk saat ini kasus ini sudah masuk tahap penyidikan, dan masih menunggu hasil otopsi. Kita sudah periksa 14 Anak Berhadapan Hukum atau ABH dan 4 tenaga pendidik di sekolah setempat. Jadi, kasusnya sudah naik dari penyelidikan ke penyidikan,” ungkapnya.

Baca juga: – 9 Siswa MTs N 1 Kotamobagu Diperiksa Polisi, Berikut Penjelasan Kepsek

Dia menyebut, karena kasus ini menyangkut anak yang masih di bawah umur, maka Polres Kotamobagu menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Bapas Manado beserta orang tua dari ke 14 ABH tersebut, dalam melakukan pemeriksaan.

“Karena ini berurusan dengan anak di bawah umur, sehingga dalam proses pemeriksaan mereka ada pendampingan dari orang tua, Tim UPTD DP3A Kotamobagu, serta Bapas Manado,” kata Irham.

Irham berharap agar semua pihak terkait dapat mempercayai kasus ini kepada pihak yang berwajib.

“Kami akan menyelesaikan dengan cepat, profesional, dan proporsional.Oleh karena itu, kami minta masyarakat serahkan saja penanganan kasus ini kepada kami,” imbunhnya.

Selain itu, Kapolres juga mengimbau kepada seluruh pihak untuk lebih intens memberikan pengawasan kepada anak-anak, agar kasus dugaan kekerasan terhadap anak bisa dicegah lebih dini.

“Mari kita sama-sama memberikan pengawasan kepada anak kita, jangan mereka menjadi korban maupun pelaku dalam hal yang berurusan dengan hukum. Kita jaga psikologisnya supaya mereka bisa tumbuh dan berkembang sesuai harapan mereka.,” tutupnya.

(Reporter3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here