Pejabat yang Enggan Menetap di Bolsel Sebaiknya Mundur

Pejabat yang Enggan Menetap di Bolsel Sebaiknya Mundur
Bolmora, Bolsel – Rupanya masih banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun pejabat di lingkup Pemkab Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) yang belum mengantongi Kartu Tanda Penduduk (KTP) maupun Kartu Keluarga (KK) yang menandakan bahwa yang bersangkutan adalah warga Bolsel. Padahal, diberbagai kesempatan Bupati Herson Mayulu, tak henti-hentinya mengingatkan agar para pejabat di lingkup Pemkab Bolsel segera mengurus KTP dan KK, sebagai tanda bahwa pejabat bersangkutan adalah warga Bolsel.
Pun hal itu memunculkan kemarahan orang nomor satu di Bolsel. Ditegaskan Mayulu, jika tidak mau mengurus KTP dan KK, maka sebaiknya mundur atau berhenti bekerja sebagai ASN di Bolsel.
“Sudah beberapa kali saya tegaskan agar para pejabat wajib berdomisili di Bolsel. Jika tidak mau, sebaiknya mundur saja,” tegas Mayulu.
Diakuinya, bukan hanya sekali dirinya berpapasan dengan kendaraan dinas yang dipakai para pejabat dari arah Kotamobagu saat jam kerja. Ini menandakan bahwa setiap hari para pejabat maupun ASN pulang balik Kotamobagu-Bolsel.
“Bahkan, ada yang ketemu dengan saya di Kotamobagu saat masih jam kerja. Jadi sekali lagi saya tegaskan, kalau tidak mau menetap di Bolsel, maka konsekuensinya jabatan yang bersangkutan,” kata papa Ven sapaan akrab.
Sebagaimana diketahui, sejak awal pemerintahan Mayulu, semua pejabat telah menandatangani surat pernyataan untuk bersedia tinggal di Bolsel. Namun kenyataannya, hingga sekarang masih banyak didapati pejabat yang enggan menetap. Itu terlihat dengan masih banyaknya kendaraan pelat merah yang sering lalu lalang pulang pergi ke Kotamobagu.(mg-04/gmp)



