Besok, 2 Kader Muda Bolsel Bertarung di Konfercab NU

0
195
Besok, 2 Kader Muda Bolsel Bertarung di Konfercab NU
Ahmadi Modeong dan Zulkarnain Kamaru, akan bertarung di Konfercab NU, pada Rabu 27 Maret 2019/Foto: Istwa

BOLMORA.COM, BOLSEL – Hadirnya dua tokoh pemuda kader Nahdatul Ulama (NU), asal Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), yang masuk dalam bursa calon Ketua di Konfercab, mewarnai sengitnya pemilihan Ketua PCNU Bolsel tahun ini.

Kabarnya, kedua kader tersebut sudah melakukan konsolidasi jauh sebelum tahapan Konfercab NU dimulai. Bak, Pemilihan Presiden, tim dari kedua kubu nampak ngotot, untuk memenangkan kandidatnya di pemilihan Ketua PCNU Bolsel, yang akan digelar besok.

Kedua tokoh yang akan bertarung adalah, Zulkarnain Kamaru,S.Ag (mantan Ketua KPUD Bolsel) dan Ahmadi Modeong,S.Pd (Kabag Humas Bolsel saat ini). Latar belakang dan jabatan dari keduanya, membuat mereka cukup familiar dikalangan masyarakat Bolsel.

Kegiatan ini, rencananya akan dihadiri oleh Bupati Bolsel Iskandar Kamaru,S.Pt, yang akan membuka jalannya Konfercab besok pagi, sekitar pukul 09.00 Wita, di Balai Desa Tolondadu 2, Kecamatan Bolaang Uki. Rabu 27 Maret 2019.

Sujito Laiya, Ketua Tim pemenangan dari kubu Zulkarnain Kamaru, merasa optimis bahwa kandidatnya akan memenangkan pertarungan dalam Konfercab NU.

“Kami yakin dan optimis, figur yang kami usung akan mampu mengalahkan gerbongnya Noldy Tangahu dan Arfan Ja’far yang berada kubu Ahmadi Modeong, “ ujar Laiya, Selasa 26 Maret 2019.

Ia menilai, Zulkarnain Kamaru adalah skala prioritas, dan lebih senior ketokohannya, dibandingkan Ahmadi Modeong, mantan Ketua PMII Gorontalo

“ Sahabat Ahmadi mestinya harus lebih legowo, karena dari segi senioritas, ZK (julukan Zulkarnain Kamaru) lebih senior dan dewasa dari Ahmadi, “ ungkapnya.

Terpisah, Noldi Tangahu dan Arfan Ja’far membantah pernyataan Sujito. Menurut keduanya, Sujito tidak paham mengenai etika berorganisasi.

“Dalam pemilihan ketua PCNU, tidak mengenal yang namanya senior ataupun junior. NU adalah organisasi yg sangat demokratis dan sangat memahami perbedaan apalagi perbedaan pilihan di dalam sesama kader NU, “ ujar Noldy dan Arfan.

Mereka menilai, Sujito tidak dewasa dalam memahami khitah ke NUan, yang sangat menghargai perbedaan.

“Sebetulnya antara ZK dan AM tidak ada masalah, tapi ini sengaja diperkeruh oleh tim ZK. Apalagi saat ini AM di dukung oleh empat Pengurus Anak Cabang (PAC) dari total 7 kecamatan yang ada. Hal ini mungkin membuat Sujito mulai merasakan kekalahan ZK, makanya dia salah memberikan komentar, “ tutup Arfan..

Sementara itu, personil Panitia Konfercab NU Irwan Sakula menyampaikan, pihaknya sudah siap untuk pelaksanaan Konfercab besok.

“Untuk pelaksanaan Konfercab besok, panitia sudah siap. Mengenai para calon kandidat itu urusan dari masing-masing calon, yang jelas dari segi keamanan, sudah kami persiapkan barisan Anshor Serbaguna (Banser) untuk pengamanan selama pelaksanaan konfercab berlangsung, “ ucap Irwan.

(wdr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here