Lokasi Tambang Emas Bobuatan Tumpuan Masyarakat Penuhi Kebutuhan Dimasa Pandemi Covid-19

0
300
Sejumlah wilayah di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memiliki sumber daya alam yang cukup menjanjikan, terutama emas
Tampak dari atas Lokasi Pertambangan Emas Bobuatan di Desa Motongkad Tengah
Advertisement

BOLMORA.COM, BOLTIM – Sejumlah wilayah di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memiliki sumber daya alam yang cukup menjanjikan, terutama emas. Olehnya, tak heran jika beberapa wilayah yang mengandung emas tersebut, belakangan menjadi sasaran mata pencaharian masyarakat, demi memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah dampak pandemi Covid-19.

Salah satunya di lokasi pertambangan rakyat wilayah Bobuatan Desa Motongkat Tengah, Kecamatan Motongkat. Di sana, animo masyarakat untuk menambang emas secara tradisional kian meningkat. Hal ini diakui masyarakat Desa Motongkad Bersatu, seperti Mujahidin Mokoginta, Randi Mamonto, Sahil Riziq, Saridin Pangkey, Nusryadi Anuar, Hidayat Mamonto, Julain Mamonto, Bambang Mamonto, Masdar Mamonto, Ahiyar Bin Ali, Burhan Mamonto, dan Evemi Mamonto.

Para warga Desa Motongkat Tengah ini, saat ditemui wartawan, Kamis (11/02/2021) menuturkan, dampak Covid-19 yang sedang melanda Indonesia dan umumnya dunia, membuat masyarakat tidak leluasa lagi untuk mencari pekerjaan di kota atau daerah lain, selain bekerja menambang di WPR.

“Kami masyarakat di sini terbantu dan sangat mendukung adanya lokasi tambang khususnya di Bubuatan Desa Motongkad Tengah, dan umumnya di wilayah Bolmong Raya (BMR). Karena, kontribusinya jelas dan nyata,” kata sejumlah masyarakat.

Keberadaan lokasi pertambangan tidak hanya pembangunan, tetapi mendongkrak pendapatan ekonomi masyarakat yang sedang dilanda Covid-19.

“Menambang merupakan salah satu solusi dalam situasi seperti saat ini. Penghasilan dari hasil tambang menjadi tumpuan hidup sekarang. Sebagai masyarakat kami sangat berharap agar kawasan tambang emas Bobuatan secepatnya disetujui pemerintah menjadi WPR,” kata Mujahidin Mokoginta,yang diaminkan masyatakat lainnya.

Senada juga disampaikan oleh sala satu tokoh pemuda Boltim Pusran Beeg. Menurut dia, apa yang menjadi harapan masyarakat sangatlah tepat. Karena dengan adanya WPR, akan sangat membantu masyarakat yang berjuang mencari sesuap nasi untuk keberlangsungan hidup mereka dan keluarga.

“Apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang hingga saat ini sedang melanda dunia. Masyarakat butuh tempat untuk mencari nafkah. Berharap pemerintah dapat memikirkan juga nasib pars penambang,” imbuh Pusran.  

Diketahui, lokasi pertambangan Bobuatan sebelumnya sudah diusulkan oleh Pemprov Sulut ke Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menjadi WPR, berdasarkan rekomendasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boltim melalui surat Nomor: Setda Kab.10/BMT/80/V/2020 tanggal 5 Juni 2020.

Itu merupakan tindak lanjut hasil rapat Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD) Kabupaten Boltim 12 Mei 2020, kemudian dituangkan dalam berita acara Nomor: 01/TKPRD/BMT/V/2020, yang ditandatangani sejumlah pejabat terkait.

Adapun isi dalam berita acara tersebut di antaranya, usulan WIUP (Wilayah Izin Usaha Pertambangan) Mineral Logam Emas Bobuatan Desa Motongkad Tengah, Kecamatan Motongkad, Kabupaten Botim telah sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor: 10 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Tahun 2013-2033.

(**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here