Kasat Sabhara Polres Bolmut : Naikan IQ Turunkan Hoax

0
273
Kasat Sabhara Polres Bolmut : Naikan IQ Turunkan Hoax
Kasat Sabhara Polres Bolmut AKP Saiful Tamu, saat berbincang dengan wartawan

BOLMORA.COM, HUKRIM – Tren penyebaran berita palsu (hoax) terutama melalui dunia maya makin marak terajdi.  Hoax menjadi momok yang menakutkan tapi bagi penyebarnya dianggap efektif digunakan untuk menghantam berbagai kepentingan.

Peran media sangat besar membendung hoax dari medsos. Kuncinya, mereka harus mampu mengedukasi publik dengan berita yang akurat, berimbang dan memihak kebenaran.

“Selain peran media, kita juga harus meningkatkan IQ dengan begitu berita hoax akan berkurang bahkan hilang.”

Hal ini disampaikan AKP Saiful Tamu, Kasat Sabhara Polres Bolmut disela-sela kegiatan SILATURAHMI Polres Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) dengan awak media se-Bolmut di destinasi wisata batu pinagut, kamis (06/01).

penyebaran berita bohong dijerat dengan hukum positif (hukum yang berlaku), dikenakan KUHP, Undang-Undang No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Undang-Undang No.40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, serta tindakan ketika ujaran kebencian telah menyebabkan terjadinya konflik sosial.

“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik,” demikian ketentuan ayat 1 pasal 28 UU ITE. 

“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA),” bunyi ayat 2 pasal 28 UU ITE. 

Pasal 45 UU ITE berbunyi setiap orang yang memenuhi unsur yang dimaksud dalam pasal 28 ayat 1 atau ayat 2 maka dipidana penjara paling lama enam tahun dan atau denda paling banyak Rp1 Miliar.

Dalam undang-undang ITE suatu berita Hoax dapat diproses apabila ada yang merasa dirugikan seperti terdapat dalam pasal 28 ayat 1, baik itu seseorang atau korporasi yang merasa dirugikan perlu adanya subyek dan objek dari hoax tersebut. Apabila tidak terdapat hal- hal tersebut, berita dianggap gosip belaka yang tersebar didunia maya.

(Awall)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here