Diduga Asal Jadi, Gorong-gorong yang Dibangun dengan Dandes 2017 Sudah Rusak
BOLMORA, KOTAMOBAGU – Miliaran uang negara yang diberikan pemerintah pusat kepada tiap desa lewat Dana Desa (Dandes) dan Alokasi Dana Desa (ADD) harus diawasi penggunaannya. Seperti yang terjadi di Desa Poyowa Besar 1, Kecamatan Kotamobagu Selatan. Beberapa petani di persawahan Pawa’ desa tersebut mengeluhkan rusaknya gorong-gorong atau jembatan kecil yang dibangun dengan mengunakan Dandes triwulan lll tahun 2017, yang sudah rusak.
“Pondasi jembatan ini tidak digali, maka ketika hujan dan debit air meningkat, pasti tanah ikut terbawa air, otomatis pondasinya ambruk,” ungkap salah satu petani, yang namanya tidak mau dipublikasikan.
Dia meminta agar instansi terkait agar lebih teliti lagi dalam pemeriksaan pekerjaan.
“Harusnya, Inspektorat saat memeriksa lebih teliti lagi, bila perlu digali kembali untuk melihat kedalaman pondasi. Plat beton lantai atas juga seharusnya menggunakan besi atas dan bawah, bukan seperti ini yang hanya dipasang 1 lapis,” pintanya.
Sementara itu Sangadi Poyowa Besar 1 Yandi Mokoagow, dihubungi Kamis (15/11/2018) mengatakan, akan melakukan koordinasi dahulu dengan Tim Pengelola Kegiatan (TPK) pekerjaan tersebut.
“Jalan dan jembatan kecil itu dikerjakan pada akhir tahun lalu, dan dibiayai lewat Dandes sebesar Rp800 Juta. Soal kerusakan, masih akan saya bicarakan dahulu dengan TPK, ini kemungkinan diakibatkan banjir,” ujarnya.
Kepala Inspektorat Kotamobagu Sair Lentang, ketika dihubungi lewat telepon untuk dimintai tanggapan perihal keluhan masyarakat ini tidak mengangkatnya, via WhatsApp belum membalasnya.
(me2t)



