Kekerasan Terhadap Anak di Bolmong Kian Meningkat

0
80
Kekerasan Terhadap Anak di Bolmong Kian Meningkat
Plt Kepala Dinas PP dan PA Bolmong Farida Mooduto

BOLMORA, BOLMONG – Kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur perlu diseriusi oleh semua pihak. Di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), kasus ini kian meningkat. Melansir data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) Bolmong, terhitung sejak Januari hingga November 2018, sebanyak 71 kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi.

Menurut Kepala Dinas PP dan PA Bolmong FaridaMooduto, dari 71 kekerasan terhadap anak, terdiri dari 39 kasus kekerasan seksual, dan 32 kasus kekerasan fisik.

“Data dari Polsek Lolak ada 67 korban kekerasan terhadap anak, terhitung per Oktober 2018. Sedangangkan 4 lainnya baru terjadi pada bulan November ini. Untuk 67 kasus sudah dilimpahkan ke Kejaksaan, serta diteruskan ke Pengadilan, dan sudah masuk dalam persidangan. Yang putus sidang sudah 25 kasus, untuk tiga kasus sementara dalam proses persidangan, dan empat yang bulan ini masih dalam tahap penyidikan,” bebernya.

Farida juga mengungkapkan, ragam faktor pemicu kasus kekerasan anak salah satunya faktor lingkungan.

“Mengacu dari data selama satu tahun, terbagi atas anak sebagai pelaku yang menjadi korban dan saksi. Tahun ini, dari Januari sampai Oketober terdapat 71 kasus. Mudah-mudahan tidak ada lagi kasus yang terjadi. Jika dilihat dari rentetan kasus yang terjadi, faktor utamanya adalah lingkungan sosial,” ujarnya.

Dikatakan, belum lama ini pihaknya melakukan pendampingan terhadap empat orang anak perempuan yang disekap oleh oknum security dan karyawan PT Conch. Selain itu, ada juga kasus pencabulan yang dilakukan seorang kakek terhadap cucunya.

“Peristiwa ini memiriskan, hingga menuai perhatian masyarakat. Selaku instansi teknis, kami selalu memberikan sosialisasi dan pendampingan kepada para korban, mulai dari pendampingan pisikologi, dokter sampai pengacara,” tandas Farida.

Ia pun mengimbau kepada orang tua agar selalu mengontrol aktivitas anak. Apalagi, kekerasan terhadap anak kebanyakan pelakunya adalah orang terdekat.

“Peran orang tua, terutama ibu-ibu sangatlah penting. Terlebih yang memiliki anak perempuan. Pada umumnya, kasus seperti ini terjadi karena ada kesempatan, dan pelaku biasanya adalah orang terdekat,” pungkasnya.

(agung)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here