✨"Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur"

Pendkes

Bukan Sekadar Cari Uang di Luar Negeri, Direktur Polimdo Dorong Mahasiswa Pariwisata Berani Jelajahi Dunia

BOLMORA.COM,SULUT – Kesempatan magang di luar negeri jangan hanya dimanfaatkan untuk mengumpulkan uang. Mahasiswa juga harus berani membuka wawasan, mengenal budaya baru, dan melihat langsung perkembangan industri pariwisata dunia.

Pesan tegas itu disampaikan Direktur Politeknik Negeri Manado (Polimdo), Dra. Maryke Alelo, MBA saat menghadiri kegiatan MICE bertajuk “Manado Bunka Hoteru, Torang Resutoran Tobeso” yang diselenggarakan mahasiswa Program Studi D3 Pariwisata semester 3.

Menurut Maryke, lulusan pariwisata membutuhkan lebih dari sekadar keterampilan teknis. Mereka harus memiliki perspektif global, kemampuan beradaptasi, serta keberanian untuk memahami perkembangan dunia agar mampu bersaing di tengah tuntutan industri pariwisata internasional.

Ia mendorong mahasiswa yang memperoleh kesempatan magang di negara seperti Jepang atau Taiwan agar memanfaatkan pengalaman tersebut secara maksimal.

Maryke bahkan mengajak mahasiswa memperluas perjalanan dan pengalaman mereka setelah menyelesaikan program magang, termasuk mempertimbangkan kesempatan melakukan tur ke Eropa.

Baginya, pengalaman lintas negara dapat menjadi sarana pembelajaran yang memperkaya cara pandang mahasiswa terhadap budaya, pelayanan, profesionalisme, dan peluang pengembangan industri pariwisata.

“Mahasiswa harus memiliki wawasan global agar mampu melihat peluang yang lebih luas dan tidak membatasi diri hanya pada pengalaman di satu tempat,” menjadi pesan yang tercermin dari dorongan Mareyke agar mahasiswa berani menjelajahi dunia.

Pesan tersebut sejalan dengan penyelenggaraan event MICE yang mengusung perpaduan budaya Jepang dan Sulawesi Utara. Kegiatan ini menghadirkan seminar internasional bersama Mr. Tamaki, pertunjukan tarian kaligrafi, peragaan busana adat, hingga sajian kuliner seperti takoyaki, onigiri, dan Matcha Lemon Tea.

Melalui kegiatan yang merupakan implementasi metode Project-Based Learning (PBL) tersebut, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori penyelenggaraan acara, tetapi juga berlatih membangun pengalaman yang menghubungkan budaya, pariwisata, dan interaksi internasional.

Ketua Panitia Penyelenggara, Natasha Mamile, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang praktik bagi mahasiswa untuk mengelola event secara langsung.

Sementara itu, Mareyke memberikan apresiasi atas kemampuan mahasiswa dalam merancang dan menjalankan kegiatan. Ia menekankan bahwa pengalaman mengorganisasi event juga melatih mahasiswa untuk menghadapi situasi tak terduga, menyiapkan rencana cadangan, dan bekerja sama lintas jurusan.

Menurutnya, keterampilan tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa ketika berhadapan dengan lingkungan kerja profesional yang menuntut kreativitas, ketahanan mental, dan kemampuan beradaptasi.

Pendekatan pendidikan vokasi yang diterapkan Polimdo pun tidak berhenti pada penguasaan keterampilan di dalam kampus. Mahasiswa didorong untuk membangun kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri sekaligus memperluas wawasan internasional.

Dengan perpaduan pengalaman praktik, pengenalan lintas budaya, dan dorongan untuk menjelajahi peluang global, Polimdo berupaya menyiapkan lulusan pariwisata yang bukan hanya siap bekerja, tetapi juga mampu berkembang dan bersaing di panggung industri dunia.

(Jane)

Jane

Wartawan yang suka traveling ini bertugas di Liputan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Utara

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button