✨"Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur"

Pendkes

Bukan Sekedar Drone! Inovasi AI Polimdo Siap Ubah Cara Kerja Tambang dan Konstruksi Dunia

BOLMORA.COM,SULUT – Perhitungan volume tanah yang selama ini membutuhkan proses pengukuran dan analisis kini berpeluang dilakukan lebih cepat dan akurat melalui teknologi kecerdasan buatan. Inovasi tersebut dikembangkan tim dosen Politeknik Negeri Manado (Polimdo) melalui TerraSight AI, yang kini berhasil menembus final The 15th China Innovation & Entrepreneurship Competition di Xuzhou, China.

TerraSight AI bukan sekadar teknologi pemetaan menggunakan drone. Inovasi bertajuk Automated Volumetric Progress Monitoring for Earthwork Operations ini dirancang untuk membantu pemantauan progres pekerjaan tanah secara otomatis, khususnya pada proyek-proyek infrastruktur, pertambangan, dan konstruksi berskala besar.

Teknologi tersebut mengintegrasikan pemetaan berbasis drone, pemrosesan citra, serta analisis data spasial dengan kecerdasan buatan. Integrasi ini memungkinkan penghitungan volume pekerjaan tanah dilakukan dengan lebih efisien dan presisi.

Inovator TerraSight AI, Ir. Rudolf Estephanus Golioth Mait, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., menjelaskan bahwa teknologi ini dikembangkan untuk menjawab kebutuhan industri terhadap proses pemantauan pekerjaan yang cepat dan akurat.

“TerraSight AI mengintegrasikan keahlian pemetaan menggunakan drone dengan teknologi AI untuk mendukung efisiensi kerja alat berat. Sistem ini mampu mempercepat sekaligus meningkatkan akurasi perhitungan volume tanah secara real-time,” jelas Rudolf melalui pesan kepada wartawan, Rabu (21/10/2026).

Inovasi ini memiliki potensi strategis bagi industri yang membutuhkan pemantauan pergerakan tanah secara berkala. Data yang lebih cepat dan akurat dapat membantu pelaksana proyek mengevaluasi progres pekerjaan, memantau penggunaan sumber daya, serta mendukung pengambilan keputusan di lapangan.

Keunggulan TerraSight AI juga mengantarkan tim Polimdo masuk dalam jajaran 12 finalis dunia kompetisi inovasi AI + Machinery. Capaian tersebut menempatkan inovasi dari Manado dalam persaingan dengan berbagai pengembang teknologi internasional.

Selain Rudolf, tim ini diperkuat Fardi Kalumata, S.ST., M.T., dan Steven Kamurahan, M.Ars. Ketiganya menjadi bagian dari kolaborasi akademik yang menunjukkan bahwa perguruan tinggi vokasi tidak hanya berorientasi pada pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri.

Direktur Polimdo, Dra. Maryke Alelo, MBA, menyatakan kebanggaannya atas keberhasilan tim tersebut menembus babak final dunia. Ia berharap dukungan masyarakat dapat mengiringi perjuangan tim dalam memperebutkan posisi juara.

Tim dijadwalkan berangkat ke Xuzhou, China, pada 29 Oktober 2026 untuk mempresentasikan TerraSight AI secara langsung di hadapan dewan juri internasional.

Dari kampus vokasi di Manado, sebuah inovasi kini bersiap diuji di panggung global. Jika mampu membuktikan keunggulannya, TerraSight AI berpeluang memperkuat kontribusi talenta Indonesia dalam pengembangan teknologi cerdas untuk sektor pertambangan, konstruksi, dan pembangunan infrastruktur.

(Jane)

Jane

Wartawan yang suka traveling ini bertugas di Liputan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Utara

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button