✨"Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur"

Pendkes

Polimdo Sulap Ruang Kelas Jadi Panggung Internasional, Mahasiswa D3 Pariwisata Unjuk Kemampuan Kelola Event

BOLMORA.COM,SULUT – Mahasiswa Program Studi D3 Pariwisata Politeknik Negeri Manado (Polimdo) membuktikan bahwa pembelajaran vokasi bukan sekadar teori di ruang kelas. Melalui event Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) bertajuk “Manado Bunka Hoteru, Torang Resutoran Tobeso”, mahasiswa semester 3 tampil mengelola kegiatan bernuansa internasional dengan memadukan budaya Jepang dan kekayaan tradisi Sulawesi Utara.

Kegiatan yang dihadiri Direktur Polimdo, Dra. Maryke Alelo,MBA, jajaran dosen, tamu khusus Mr. Tamaki, serta mahasiswa tersebut menjadi implementasi nyata metode pembelajaran Project-Based Learning (PBL) dalam mata kuliah MICE.

Bukan hanya menjadi ajang pertunjukan budaya, kegiatan ini juga menjadi arena bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan merancang, mengorganisasi, dan menjalankan sebuah event dengan standar profesional.

Ketua Panitia Penyelenggara, Natasha Mamile, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang sebagai wadah praktik langsung bagi mahasiswa untuk merasakan pengalaman mengelola acara bertaraf internasional.

Sejumlah agenda menarik mewarnai kegiatan ini, mulai dari seminar internasional yang dibawakan Mr. Tamaki hingga pertunjukan seni yang merepresentasikan perpaduan budaya Jepang dengan budaya Manado, Minahasa, dan Sangihe.

Pengunjung juga disuguhkan penampilan tarian kaligrafi, peragaan busana adat, serta aneka kuliner perpaduan cita rasa Jepang dan lokal, seperti takoyaki, onigiri, dan Matcha Lemon Tea.

Direktur Polimdo, Dra. Maryke Alelo,MBA menegaskan bahwa pengalaman mengelola proyek nyata merupakan bagian penting dalam membentuk lulusan vokasi yang tangguh dan siap menghadapi tantangan industri.

Menurut Maryke, melalui PBL, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga harus mampu mengambil keputusan, mengantisipasi persoalan yang muncul secara spontan, serta membangun kerja sama dengan berbagai pihak.

“Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi mengimplementasikan proyek nyata. Mereka belajar menyediakan rencana cadangan (backup plan) dan bekerja sama dengan berbagai pihak, bahkan berhasil mengundang mahasiswa dari jurusan lain seperti Teknik Elektro,” ujar Maryke.

Ia menilai, kemampuan beradaptasi, kecerdasan emosional, dan ketahanan mental atau resilience menjadi modal penting bagi mahasiswa ketika memasuki dunia kerja yang dinamis.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga memperoleh pengalaman berkolaborasi lintas jurusan, sekaligus belajar bahwa keberhasilan sebuah event tidak hanya ditentukan oleh konsep yang menarik, tetapi juga oleh koordinasi, kreativitas, dan kemampuan menyelesaikan masalah.

Pelaksanaan MICE tersebut mempertegas komitmen Polimdo dalam mengembangkan pendidikan vokasi yang aplikatif dan berorientasi pada kebutuhan industri.

Dengan pengalaman praktik sejak bangku kuliah, mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi yang lebih matang, berani menghadapi tantangan, serta mampu bersaing dalam industri pariwisata yang semakin kompetitif.

Bagi Polimdo, pembelajaran terbaik bukan hanya tentang apa yang diketahui mahasiswa, melainkan juga tentang apa yang mampu mereka kerjakan dan buktikan.

(Jane)

Jane

Wartawan yang suka traveling ini bertugas di Liputan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Utara

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button