Para Tokoh BMR Satu Suara Minta Jokowi Cabut Moratorium Pemekaran Daerah

0
2361
Para Tokoh BMR Satu Suara Minta Jokowi Cabut Moratorium Pemekaran Daerah
Advertisement

BOLMORA.COM, BOLMONG – Setelah sekian lama tidak ada kepastian mengenai kapan moratorium pemekaran daerah akan dicabut oleh Pemerintah Pusat, sejumlah tokoh di Bolaang Mongondow Raya (BMR) satu suara meminta kepada Presiden Jokowi segera mencabut moratorium pemekaran dan segera mewujudkan pembentukan Propinsi Bolaang Mongondow Raya.

Pernyataan ini seperti disampaikan oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Sulawesi Utara, Abdul Rivai Mokoagow. Dikatakannya, bahwa aspirasi masyarakat BMR untuk dimekarkannya BMR menjadi Propinsi Bolaang Mongondow Raya sudah berlangsung sejak lama, bahkan sebelum adanya kebijakan moratorium oleh Pemerintah Pusat. 

“Aspirasi kita sudah lama disampaikan dan secara administrasi, kelayakan BMR telah tuntas. Tak ada lagi masalah,” kata Abdulrivai Mokoagow Wakil Ketua PWPM Sulut.

PBMR harusnya masuk agenda prioritas Pemerintah Pusat, jauh sebelum adanya kebijakan moratorium. Apalagi BMR memiliki kekayaan Sumber daya Alam yang melimpah ruah. Sehingga pemerintah pusat tidak perlu khawatir terkait pembangunan daerah. 

“Sejak dulu kita sudah mandiri dan kita mampu mengelola itu ratusan tahun lamanya.” Imbuh Rivai yang juga mantan ketua PDPM Bolmong.

Harusnya, kata Rivai, BMR mendapat keistimewaan seperti halnya daerah lain yang pernah menjadi wilayah kerajaan. Dan itu tidak pernah dilakukan oleh Pemerintah Pusat. Dan bahkan, untuk urusan pemekaran pun BMR seperti terkatung-katung.

“Kami tidak minta diistimewakan seperti wilayah bekas kerajaan lainnya, kami hanya minta presiden segera cabut moratorium dan PBMR segera diwujudkan.” tegasnya

Senada dengan hal tersebut, Murdiono Mokoginta Sejarawan BMR menyampaikan bahwa moratorium Pemekaran Daerah harusnya segera dicabut oleh Pemerintah Pusat dan segera menetapkan Propinsi BMR.

“Ya, kita mengharapkan agar moratorium segera dicabut oleh Pemerintah Pusat agar PBMR segera terbentuk” Kata Murdiono

Disisi lain, ia juga mengatakan bahwa untuk terbentuknya pemekaran Propinsi BMR harus ada kesadaran kolektif dari semua elemen masyarakat BMR serta pengetahuan kesejarahan yang kuat agar nantinya semua kepentingan masyarakat BMR dapat terakomodir secara merata.

“Dengan kesadaran kolektif dan pengetahuan kesejarahan yang kuat, kita akan diikat oleh satu kesatuan kekeluargaan dalam bingkai Propinsi BMR” kata Dion

Sementara itu, Budayawan BMR Chairun Mokoginta mengatakan Pemekaran propinsi BMR merupakan aspirasi masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan, kemudahan dan lebih mendekatkan pelayanan terhadap berbagai kepentingan masyarakat BMR.

“Bila ibu kota propinsi berkedudukan di BMR maka secara otomatis akan menghemat biaya dan waktu.” Kata Chairun Mokoginta

Dalam sudut pandang budaya, Chairun Mokoginta juga menuturkan bahwa sebenarnya BMR adalah satu keluarga yang terpisah karena adanya pemekaran daerah kabupaten. Namun saat ini masyarakat BMR menginginkan bersatu kembali dalam bingkai propinsi Bolaang Mongondow Raya. 

“Kita adalah satu keluarga besar terpisah karena adanya pemekaran dan saat ini kita kembali menginginkan untuk bersatu kembali dalam satu propinsi, yakni Propinsi Bolaang Mongondow Raya” tutupnya.

(Agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here