“Waktu…”

0
440
Penulis Rubrik Ustadz Hi. Yusuf Danny Pontoh, S.Ag, MH.
Advertisement

Oleh: Hi.JUSUF DANNY PONTOH, S.Ag, M.H.

DI DALAM beberapa ayat Al qur’an, Allah telah bersumpah dengan waktu ” Demi masa, Demi malam, Demi waktu Dhuhah..dll, hal ini mengindikasikan betapa pentingnya waktu dalam dimensi kehidupan manusia, dimana sang waktu dengan  dinamisnya akan terus melaju berputar, Dan semestinya akan selalu berbanding lurus dengan episode hidup manusia yang telah terbingkai dalam Taqdir SANG PENGUASA WAKTU,  ALLAH SWT. Saat kita hidup dikesementaraan dunia ini,  kita diikat dengan 3 dimensi waktu, Masa lalu yg telah lewat dan tak mungkin akan terulang kembali, Masa depan yg belum dalam penguasaan kita karena masih dalam tataran prediksi serta asumsi dan yang paling mungkin untuk kita kendalikan adalah hari ini dan saat ini, akan berdampak seperti waktu bagi kehidupan kita sangat bergantung cara kita mempergunakan setiap pergerakan saat, untuk menjadi  momentum-momentum kebaikan, kisah sejarah pernah bertutur, suatu ketika saat malam menjelang, Khalifah Umar bin Abdul Aziz, karena sangat lelah, Beliau menolak kunjungan seorang warga. “Esok pagi saja!” ucapnya spontan. Khalifah Umar berharap esok pagi ia bisa lebih segar sehingga urusan bisa diselesaikan dengan baik.

Tapi, sebuah ucapan tak terduga tiba-tiba menyentak kesadaran sang Khalifah. Warga itu mengatakan, “Wahai Khalifah Umar, apakah kamu yakin akan tetap hidup esok pagi?” Mendegar ucapan itu Umar pun langsung beristighfar. Saat itu juga, ia menerima kunjungan warga itu.

Ya, menganggap remeh sebuah ruang waktu sebenarnya kita sedang membuang sebuah kesempatan Kalau pergi, kesempatan itu tidak akan kembali, Ia akan pergi bersama berlalunya waktu.

Pergantian tahun adalah peristiwa biasa, dan sejatinya harus dijadikan momentum sejenak untuk sekedar melihat ke belakang dan mensyukuri anugerah Allah yang luar biasa di hari-hari yang lalu.

Memasuki tahun baru  pun berarti nominal umur kita berkurang lagi setahun, dan pertanyaanya, sudahkah kita memanfaatkan kesempatan dan modal waktu yang diberikan oleh Allah SWT tahun 1439 Hijriyah dengan sebaik-baiknya? Kalau belum, mari jadikan pergantian tahun Hijriyah ke tahun 1440 Hijriyah ini dengan tekad untuk memanfaatkan sisa umur kita untuk beribadah dan mengabdi kepada sang Khalik dengan sebaik-baiknya.

Subhanallah, Maha Suci Allah  yang telah menggantikan malam dengan siang dan sore pun menyongsong malam. Hari berlalu menyusun pekan. Hitungan bulan-bulan pun membentuk tahun. Tanpa terasa, pintu ajal kian menjelang. Sementara, peluang hidup tak ada siaran ulang dan telah seberapa besar bekal amal untuk “pulang ke kampung halaman sesungguhnya”, akan selalu menghantui kita sepanjang hidup jika perjalanan waktu tak berbuah kebaikan sedikitpun.

Bagi seorang muslim, sesungguhnya waktu adalah modal. Begitu berlalu, hilang, sementara Bagi orang sholeh akan memanfaatkan waktu sebagai ajang untuk beramal. Dan merugilah bagi mereka yang gagal mengisi waktu hidupnya dengan amalan sholeh.

Olehnya di momentum pergantian tahun ini kita akan bermuhasabah dengan merenungi nilai dan makna pada sumpah Allah di dalam Al qur’an :

“Demi masa, Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,

Kecuali orang yang beriman dan orang-orang yang yang mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat dan menasehati supaya menetapi kesabaran…Semoga bermanfaat,

(Penulis Adalah Warga Kota Kotamobagu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here