TRANSFORMASI TEKNOLOGI GURU MILENIAL
Oleh: Sulfia Olii, S.Pd.I
MASA PANDEMI membuat hidup semua orang berubah. Perubahan tatanan kehidupan sudah meretas akibat virus yang sangat kecil, bernama virus corona. Virus yang kasat mata telah meluluh lantahkan benteng pertahanan dan sendi-sendi kehidupan manusia. Pergeseran cara hidup, adat kebiasaan, dan tata kelola membuat kita harus bekerja dan memikirkan bagaimana cara kita menyikapi sebuah permasalahan yang besar di Indonesia ini. Dunia pendidikan adalah salah satu yang terkena imbasnya. Sangat berdampak sekali dalam kehidupan pendidikan di Indonesia. Dari yang tadinya kegiatan dilakukan dengan cara tatap muka setiap hari (Luring), mau tidak mau harus berganti menjadi daring, peserta didik harus mengikuti pembelajaran dari rumah.
Pergeseran teknologi telah terjadi secara besar-besaran. Dari kita tidak pernah mengenal cara virtual dengan menggunakan Zoom meeting atau Google meet, kita diharuskan untuk melakukan kegiatan tersebut dalam hampir setiap harinya. Guru yang biasanya menggunakan teknologi, yang dianggap sudah canggih seperti menggunakan LCD ketika di sekolah, sekarang sudah tidak dapat dipakai lagi. Pergeseran adat, dan budaya membuat kita mencari jalan alternatif cara mengajar, supaya transfer ilmu tetap berjalan dengan normal.
Teknologi selalu berkembang guru harus senantiasa mengikuti perkembangan teknologi. Kita harus dapat berinovasi mengikuti perkembangan yang ada. Guru yang pada mulanya hanya menggunanakan WA saja seperti kita menggunakan HP secara konvensional, sekarang kita dituntut untuk menjadi Play store. HP bukan hanya digunakan untuk chatting saja, tetapi kita harus menggunakan segala inovasi pembelajaran kita seperti yang terdapat pada Play store. Apalagi dalam pembelajaran daring ini kita harus menggunakan berbagai macam bentuk pembelajaran yang bisa diterima oleh peserta didik kita dengan baik. Kita dapat gunakan berbagai macam teknologi, guru harus siap dengan perubahan, karena hidup adalah perubahan.
Seperti halnya di sekolah saya di SDN 1 Sangkub 1 Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, menghadapi masa pandemi pada awalnya merasa ketakutan bagaimana cara membelajarkan kepada anak-anak didik kita. Pada awalnya Guru hanya membuat tugas saja, kemudian guru kelas bertugas untuk mengupload di grub masing-masing kelas. Kemudian timbullah wacana baru bagaimana cara membuat peserta didik sehingga berkembang dan beriteraksi dalam pembelajaran pada semester berikutnya, maka dibuatlah tutor sebaya di sekolah. Teman-teman Guru yang pandai dalam ICT membelajarkan kepada teman sejawatnya. Sehingga kenallah kita dengan Aplikasi Google meet, Google classrom, Zoom Meteeng, GPS, Quiziz dan lain-lain. Pada semesterberikutnya pembelajaran telah bergeser menjadi kelas maya, yaitu kelas secara terjadwal. Guru harus stanby didepan Labtop dan Handphone untuk memberikan pembelajaran secara online dan interaksi berkaitan dengan materi pelajaran.
Pembelajaran tidak hanya sampai disitu saja, kita terus mencari alternatif-alternatif bentuk-bentuk pembelajaran sehingga peserta didik tidak bosan menerima pelajaran yang di berikan oleh guru. Guru harus senantiasa mengabgrade ilmu dengan mengikuti pelatihan- pelatihan dan workshop-workshop. Muncullah Youtube, Bandicam. Padled, dan Plotagon, dan berbagai media yang lain sebagai media pembelajaran. Media-media ini senantiasa saya gunakan setiap saat ketika melakukan pembelajaran dalam setiap harinya.
Masa pandemi bukanlah masa degradasi pendidikan, tetapi kita harus senantiasa bergerak selangkah lebih maju, jangan sampai kita tertinggal dengan yang lainnya. Kita harus tetap berinovasi dengan teknologi, harus siap dengan perubahan dan dapat memberikan pembelajaran yang lebih baik pada peserta didik. Semoga kita tetap menjadi pendidik sebagai garda terdepan di bidang pendidikan.
Penulis adalah seorang Guru SDN 1 Sangkub 1, (Anggota KKG Gugus 1 Kecamatan Sangkub Kabupaten Bolaang Mongondow Utara)



