Barometer Umat Beragama, Kecamatan Dumoga Ternyata Sering Rusuh
BOLMORA.COM, BOLMONG – Umumnya Kecamatan Dumoga di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) dikenal sebagai daerah barometer umat beragama yang kaya akan beras, hasil tambang, dan kawasan kuliner di Bolmong. Ironisnya, wilayah juga dikenal sebagai wilayah rusuh.
Ironisnya lagi, umumnya warga di Bolmong Raya suda tidak asing lagi jika ada tarkam di wilayah tersebut. Selain tarkam Imandi dan Tambun, banyak lagi kasus tarkam plus angka kriminalitas yang lumayan tinggi di wilayah tersebut
Ivo Mentang, tokoh pemuda Dumoga menilai ada anomali dalam konflik di Dumoga. Banyak pemuda sudah mengenyam pendidikan tinggi tapi suasana masih mirip zaman janggo di tahun 90 an.
“Banyak pemuda Dumoga sudah sekolah tinggi, cerdas pula, tapi herannya tarkam masih sering terjadi disini,” kata dia.
Dia menilai, hal itu merupakan bukti bahwa pola penanganan masalah di Dumoga selama ini belum menyentuh akar permasalahan. Penyelesaian masih pada tataran elitis.
“Belum sampai pada akar masalahnya,” ucapnya.
Ia menilai miras dan kenakalan remaja yang sering dituding sebagai biang penyebab rusuh, bukan masalah utama. Menurutnya, penyebabnya lebih kompleks. Dia meminta peran lebih aktif dari pemerintah untuk menyelesaikan konflik berlarut larut di Dumoga, utamanya Desa Imandi dan Tambun yang bertetangga.
Salah satu solusinya, ia mengusulkan, memberi kesempatan bagi para pemuda untuk mengembangkan minat dan bakatnya serta membuka seluas luasnya akses ekonomo dan pendidikan yang tersumbat.
“Memang ini masalah tak semudah membalikkan telapak tangan tapi kita harus optimis demi Dumoga yang lebih maju,” jelasnya.
Camat Dumoga Timur Joutje Tumalun mengakui, proses damai yang sempat dilakukan pasca rusuh terakhir dua desa yakni Imandi dan Tambun belum dapat mengatasi konflik. Hal ini dikarenakan yang hadir hanya para tokoh masyarakat saja.
“Belum melibatkan pelaku yang bertikai, ke depan kita upayakan agar perdamaian benar benar terjadi di sini, saya siap kerahkan semua kemampuan dan daya untuk perdamaian,” kata dia.
Sementara, Kapolres Bolmong AKBP Gani Siahaan menyatakan pihaknya berupaya meyakinkan warga tentang dampak buruk pertikaian.
(Agung)



