Imam Masjid Tewas Ditembak usai Shalat di Amerika

0
504
Imam Masjid Tewas Ditembak usai Shalat di Amerika
Advertisement

Bolmora, Teknologi – Imam Maulama Akonjee (55) dan Tharam Uddin (64) baru selesai shalat dan meninggalkan Masjid Jamik Al-Furqan di Queens, New York City Sabtu (13/8) kemarin. Tiba-tiba seseorang tidak dikenal mendekat dan menembak kepala mereka dari belakang.

Letusan tembakan tersebut membuat permukiman Ozone Park menjadi riuh. Imam pun dan rekannya langsung dilarikan ke Jamaica Hospital Medical Center. Tapi nyawa mereka tak bisa diselamatkan. Menurut Andrew Rubin juru bicara rumah sakit, keduanya mengembuskan napas terakhir saat prosedur penyelamatan sedang berlangsung.

Polisi menyebutkan, seperti yang dikutip dari Reuters, peristiwa itu terjadi pukul 13.50 waktu setempat. Mereka ditembak dari jarak dekat. Saat itu keduanya mengenakan busana religi. Tapi kepolisian menolak menyebut itu ada kaitannya. Hingga kini belum ada tersangka ditangkap.

Polisi hanya mendeskripsikan tersangka sebagai seseorang berkulit tidak terlalu putih dan tidak terlalu gelap, mengenakan celana pendek dan kaus polo berwarna gelap. Saksi mata mengungkapkan, tersangka melarikan diri masih dengan senjatanya.

“Saat ini kami memerintahkan pemeriksaan menyeluruh yang ekstensif di area sekitar, mengumpulkan video dan saksi-saksi mata,” kata Deputi Inspektur Henry Sautner kepada Reuters.

Tiffany Phillips, juru bicara NYPD mengatakan, motif penembakan belum bisa diketahui dengan jelas. Belum bisa disimpulkan apakah kedua imam itu menjadi korban karena agama yang diyakini.

“Tidak ada bukti dari investigasi awal yang menunjukkan bahwa mereka menjadi target karena keyakinan mereka,” Sautner menegaskan. Masjid Al-Furqan sendiri melayani termasuk komunitas Muslim dari imigran Bangladesh.

Akonjee selama ini dikenal sebagai sosok yang cinta damai. Ia sangat dikenal, dihormati, serta dicintai banyak orang di Ozone Park, tempat komunitas Muslim terbesar bermukim di Queens.

“Dia bahkan tidak melukai lalat. Anda melihatnya turun dan bisa melihat kedamaian yang dia bawa,” kata Rahi Majid (26) keponakan Akonjee.

Mengenang Akonjee dan rekannya, orang-orang berkumpul di sekitar TKP. Sebuah video yang diunggah ke YouTube menunjukkan mereka menyebut peristiwa itu kejahatan yang dilandasi kebencian, meski polisi belum memastikannya.

Di sisi lain, peristiwa itu masih terasa meneror. Millat Uddin, seorang penduduk mengatakan, “Kami merasa sangat tidak aman pada saat-saat seperti ini. Kejadian ini sangat mengancam kami, mengancam masa depan, mengancam aktivitas kami di lingkungan ini. Kami butuh keadilan.”

Uddin sangatlah khawatir, seperti halnya Shahin Chowdhury pekerja di Masjid Al-Furqan. Belakangan, ia mengatakan seperti dikutip dari Washington Post, aura kebencian sangat terasa di masjid itu. Orang-orang melewatinya sembari bersumpah-serapah, menebarkan kata kasar.

Chowdhury sudah mengimbau kepada komunitas masjid untuk lebih berhati-hati jika berjalan di sekitar lokasi, apalagi bila mereka mengenakan busana tradisional atau muslim.

Dikutip dari berbagai sumber

Editor : Ady

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here