Pernikahan Dini di Bolmong Tercatat Hingga Ratusan Pasangan

0
359
Pernikahan Dini Jadi Pemicu Adanya Ratusan Janda Muda di Bolmong
Ilustrasi Pernikahan Dini/Foto: Ist
Advertisement

BOLMORA.COM, BOLMONG — Jumlah kasus pernikahan anak di bawah umur (Pernikahan dini) di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) cukup memprihatinkan. 

Data yang diperoleh Bolmora.com dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Bolmong, angka kasus pernikahan dini di Kabupaten Bolmong hingga Juli 2021 mencapai 175 pasangan.

“Yang sudah diputuskan ada 169 pasang dan diberikan rekomendasi nikah di usia dini.  Ini berdasarkan yang terlapor di Pengadilan Agama (PA) Bolmong,” kata Kepala DP3A Bolmong Farida Mooduto.

“Di Tahun 2020, angkanya yang paling tinggi yakni mencapai 332 pasangan,” katanya

Dikatakannya, salah satu langkah yang dilakukan pihaknya, adalah dengan adanya Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga). Puspaga dilakukan untuk memberikan bimbingan konseling kepada orang tua maupun calon pengantin.

“Salah satunya, kita menyampaikan kepada masyarakat khususnya ibu-ibu, untuk bisa mencegah anak-anaknya melakukan pernikahan dini,” kata Farida.

Menurut dia, pernikahan dini ini bisa berdampak pada peningkatan angka stunting di wilayah itu sendiri.

“Kita bisa lihat tingginya stunting di wilayah itu, risiko reproduksi, tingkat perceraian akan meningkat, hingga kekerasan dalam rumah tangga sangat beresiko,” ujar dia.

Di sisi lain pihaknya dilematis untuk mencegah hal ini.

“Celah dari ruang ini, melalui persidangan di PA. Jika memenuhi syarat, maka di keluarkanlah rekomendasi untuk melangsungkan pernikahan dini ini,” terangnya.

Dijelaskan Farida, rekomendasi itu keluar karena pasangan itu sudah mendapatkan kecelakaan, seperti hamil sebelum nikah.

Untuk itu, katanya, dalam rangka upaya pencegahan pernikahan usia dini di Bolmong. Instansi terkait seperti, Kementrian Agama, Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pencatatan Sipil (Dukcapil), Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) dan PA, dibagi tiap per kecamatan untuk memberikan bimbingan sekaligus sosialisasi terkait dampak dari pernikahan dini itu.

“Karena wilayah Bolmong yang luas, maka kita membagi tim di Kecamatan Passi Barat, Lolayan, hingga Dumoga, dimana mereka akan memberikan bimbingan pada colon pengantin di kantor KUA setempat,” pungkasnya.

Diketahui, hampir setiap hari kerja tim Puspaga Bolmong melayani bimbingan konseling, bagi calon pengantin.

(Agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here