Penjual Hewan Kurban di Kotamobagu Ini Menerima Jasa Pesanan via Online

0
770
Penjual Hewan Kurban di Kotamobagu Ini Menerima Jasa Pesanan via Online
Hewan Kurban milik Burhan Adam, Warga Kelurahan Mogolaing
Advertisement

BOLMORA.COM, EKONOMI BISNIS — Hari Raya Idul Adha, memang selalu menjadi momentum bagi peternak dan para pedagang hewan kurban untuk mendapatkan pundi-pundi keuangan. Hal ini juga dilakukan oleh Burhan Adam (47), warga Kelurahan Mogolaing, Kecamatan Kotamobagu Barat. Ia mencoba peruntungannya dengan membuka usaha penjualan hewan kurban jenis Kambing.

Hewan kurbannya di jual di dua lokasi yang berbeda. Pertama, di Pasar Serasi, dan Kedua di pinggiran Jalan Adampe Dolot. Bahkan, Dia juga melayani pesanan hewan kurban melalui online atau sosial media.

“Saya juga berjualan melalui online, jika anda berminat bisa langsung ke akun Facebook saya, Burhan Adam, atau bisa juga langsung menghubungi nomor handphone saya, 085240283536. Bisa juga langsung mengunjungi alamat rumah saya yang berada di Kelurahan Mogolaing, tepatnya di lorong kuburan, belakang rumah makan Oci Bakar.” jelasnya.

Burhan yang kesehariannya sebagai pedagang kambing, ayam daging, dan ayam petelur itu, berinisiatif untuk pasarkan hewan kurban miliknya di pinggiran jalan agar bisa mendapatkan peminat dengan cepat.

“Setiap menjelang Hari Raya Idul Adha, saya menetap di lokasi ini. Sebab, ini merupakan lokasi yang sangat strategis, namun setelah Hari Raya Idul adha saya kembali berdagang di Pasar Serasi,” katanya, Senin (12/7).

Untuk harga hewan kurban sendiri diberi harga sesuai dengan besarnya kambing. 

“Harganya bervariasi, nanti sesuai dengan besarnya hewan kurban yang diminati pembeli, untuk harga kambing Rp2.750.000, dan yang paling tinggi Rp8.500.000, tetapi selain hari raya kurban, saya juga menyediakan kambing untuk akikah,” katanya.

Diketahui, usaha jual beli kambing ini sudah lama digelutinya dan ini merupakan usaha dari orang tuanya yang dilanjutkannya. 

“Sudah 12 tahun saya menggeluti usaha ini, usaha ini awalnya milik orang tua kami, karena faktor usia maka orang tua sudah tidak bisa lagi berjualan. Maka kami anak-anak yang melanjutkannya,” tandasnya. 

(*/Nisar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here