Harga Elpiji dan Bensin di Wilayah Bencana Meroket, Disperindag Bolmong Siap Ambil Tindakan
BOLMORA.COM, BOLMONG — Ibarat pepatah yang sudah jatuh tertimpa tangga, inilah gambaran penderitaan warga yang terdampak banjir dan tanah longsor di sebagian wilayah Dumoga Raya.
Sebab, harga bensin dan gas elpiji 3 kilogram mendadak mengalami kenaikan gila-gilaan diluar batas kewajaran. Kabarnya harga bensin eceran saja bisa mencapai Rp20 ribu per liternya. Sedangkan untuk gas elpiji melon 3 kilogram mencapai Rp90 ribu per tabungnya.
Kondisi ini pun beredar luas hingga ke jagad dunia maya. Para netizen mulai berkicau dan juga curhat hingga berkeluh kesah.
“Harga so beking tako samua e, gas 90 ribu bensin 35 1 liter. Auu ada musibah ini kong harga beking takancing orang. (Harga sudah tidak wajar, gas 90 ribu bensin 35 1 liter. Ini lagi musibah kok harga bikin orang menjerit,” tulis salah satu netizen.
Netizen lainnya menduga ada pihak nakal yang memanfaatkan situasi aji mumpung demi meraup keuntungan di tengah kesengsaran.
“Entah situasi ini dimanfaatkan atau memang melonjak sekali, bensin 25 ribu per liter, gas 90 ribu, baru dua hari bencana so bagini,” tulis Siti Manumpil di akun medsosnya.
Kecaman keras juga dilontarkan Irana. Netizen ini menyemprot pihak-pihak yang ditudingnya tidak peka dengan derita warga.
“Ada bencana kong mo cari akang doi. (Lagi kena musibah kok malah cari untung),” tulisnya.
Menanggapi fenomena ini, Kepala Dinas Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Tony Toligaga SPt MP, bergerak cepat menangani keluhan warga. terkait gas elpiji ukuran 3 kilogram dan bensin yang dijual melebihi harga eceran tertinggi (HET).
“Kami pasti tindak oknum pengecer nakal. Saya juga sudah melihat fenomena kenaikan gas elpiji saat melakukan peninjauan di lokasi banjir, ” tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa tabung-tabung gas dimaksud berasal dari luar daerah Bolmong. Karena tabung yang beredar dan diperuntukkan kepada masyarakat Bolmong memiliki kode edar yang khas sehingga mudah diidentifikasi.
“Tabung di lokasi banjir bukan dari agen yang berasal dari Bolmong. Tabung yang beredar di warung diduga berasal dari luar Kabupaten Bolmong karena segelnya sudah tidak ada,” jelasnya
Pihaknya juga meminta kepada pihak pertamina untuk menambah kuota gas elpiji 3 kg di lokasi terdampak banjir.
“Saya sudah melakukan koordinasi dengan pihak pertamina dan meminta penambahan kuota gas elpiji,” ucapnya
Terpisah, Camat Dumoga Barat Malpin Dako menyesalkan ulah oknum yang mengambil keuntungan di saat warga terkena musibah.
“Sungguh sangat tidak berperasaan,” katanya.
Sebut Malpin, masalah tersebut sudah dirapatkan dengan Sekda Bolmong serta pihak – pihak terkait. Dirinya meminta Sangadi berkoordinasi dengan Polsek dan Koramil untuk mengecek harga elpiji dan bensin di wilayah masing masing.
“Kalau ada pangkalan yang menjual elpiji 3 kg dengan harga di atas HET akan ditutup. Pemiliknya kita polisikan,” ujar dia.
(Agung)



