Harga Elpiji Melon 3 Kg di Bolmong Semakin Tidak Wajar
BOLMORA.COM, BOLMONG — Beberapa warga di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) hanya bisa pasrah ketika mendapati tingginya harga elpiji melon 3 kilogram.
Seperti pengakuan salah satu warga Desa Lolan, Kecamatan Bolaang Timur yang terpaksa membeli elpiji bersubsidi 3 kilogram (kg) dengan harga Rp 25 ribu.
“Harga elpiji di sini suda sering seperti ini. Mau gimana lagi, daripada tidak masak,” menurut ibu (39) tahun yang tidak mau disebutkan namanya, kepada Bolmora.com Jumat (17/7/2020)
Padahal menurutnya, jika dibeli di pangkalan Harga Eceran Tertinggi (HET) hanya Rp 18 ribu, tpi pangkalan elpiji di dekat rumahnya selalu kosong, namun di warung selalu ada stok.
“Di pangkalan elpiji 3 kg disini sering kosong, makanya sala beli di warung walaupun haganya mahal,”katanya
Ia pun berharap, pemerintah setempat dan pertamina bisa menormalkan kembali harga gas subsidi untuk warga miskin tersebut.
“Saya berharap ada perhatian dari pemerintah, apalagi kami hanya orang tidak mampu,” keluhnya.
Kepala Dinas Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Tony Toligaga SPt MP, bergerak cepat menangani keluhan warga terkait gal elpiji ukuran 3 kg yang dijual melebihi HET dengan mengundang rapat tiga agen resmi penyalur elpiji 3 kg yang melayani pangkalan elpiji di wilayah Bolmong, Kamis (16/7).
Ketiga agen tersebut yakni PT Fralin Prima, PT Nita Karya Gas dan PT Berkat Maria Mandiri.
“Tadi kami gelar rapat evaluasi distribusi dan pengawasan penyaluran gas elpiji 3 kg. Intinya menelusuri akar permasalahan sering terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kg bersubsidi di masyarakat yang berhak menerima, dan menelusuri hasil temuan kami terkait sumber beredarnya tabung-tabung gas 3 kg di kios-kios dan warung, yang dijual dengan harga di atas HET,” kata Tony.
Menurutnya, dari hasil rapat evaluasi disimpulkan, tabung-tabung gas elpiji 3 kg yang mulai marak beredar di kios dan warung, tidak melalui pangkalan resmi, bukan berasal dari 3 agen resmi yg beroperasi di wilayah Bolmong.
“Dari hasil identifikasi kami di lapangan dan konfirmasi ke 3 agen resmi, dapat dipastikan bahwa tabung-tabung gas dimaksud berasal dari luar daerah Bolmong. Karena tabung yang beredar dan diperuntukkan kepada masyarakat Bolmong memiliki kode edar yang khas sehingga mudah diidentifikasi,” jelasnya
(Agung)



