✨"Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur"

Bolmong

Travel Manado Graffity Diduga Tipu 28 Guru di Bolmong

BOLMORA.COM, BOLMONG – Sebanyak 28 guru di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) diduga menjadi korban penipuan salah satu Travel di Manado.

Menurut salah satu guru yang menjadi korban, kejadian bermula saat Kepala Bidang (Kabid) PAUD Dinas Pendidikan Bolmong Rusni Mokoagow, yang mengatasnamakan Dharma Wanita Bolmong, melakukan pertemuan dan mengajak guru-guru untuk melakukan tour atau jalan-jalan diakhir tahun ke luar negeri pada Oktober 2018.

“Kami pun sepakat bersama-sama akan berangkat, tapi sebagai syarat kami harus menyediakan uang sebanyak Rp7 juta sebagai biaya perjalanan. Dan yang menjadi penanggungjawab kegiatan itu adalah Kepala Bidang (Kabid) PAUD Rusni Mokoagow,” ujar seorang guru yang meminta namanya dirahasiakan, Minggu (30/6/2019).

Selanjutnya, pada pertemuan tersebut juga disepakati ada tiga kelompok yang akan berangkat. Di mana, setiap kelompok terdapat 20 hingga 30 orang.

“Kami masuk di kloter ke-3 dengan jumlah 28 orang. Dengan kesepakatan itu, kami pun melakukan pembayaran ke pihak Travel sebesar Rp6 juta, sisanya Rp1 juta yang disetorkan ke Kabid,” ungkap dia.

Guru tersebut juga mengungkapkan kloter 1 dan kloter 2 sudah melakukan perjalanan. Namun hingga saat ini, memasuki pertengahan tahun untuk kloter 3 belum juga diberangkatkan.

“Kami pun mulai curiga dengan mempertanyakan ke Kabid, namun menurut Kabid pihak Travel telah melakukan penipuan,” terangnya.

Sementara itu, Kabid PAUD Dinas Pendidikan Bolmong Rusni Mokoagow membenarkan hal tersebut. Ia mengaku telah bekerja sama dengan Travel Manado Graffity sebagai pihak ketiga.

“Memang ini tanggung jawab saya. Tapi ini murni kesalahan Travel, karena dananya sudah ditransfer semua ke Travel,” kata Rusni, saat ditemui Senin (1/72019).

Menurutnya, pihak Travel Manado Graffity mengaku dana untuk kloter 3 sebagian sudah terpakai untuk keberangkatan kloter 2.

“Katanya waktu itu, dana sudah tidak cukup tapi dipaksakan. Jadi, dana untuk kloter 3 yang sudah ditransfer pun dipakai,” ungkap Rusni.

Rusni mengaku, sebagai orang yang tanggung jawab, ia setiap hari mempertanyakan uang para guru yang sudah ditransfer ke pihak Travel. Namun pihak Travel selalu berkelit bahwa meminta waktu pengembalian.

“Jawabannya selalu saja meminta waktu untuk pengembalian. Saya pun memberikan waktu, tapi saya jadi sasaran kemarahan para guru,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Bolmong Renty Mokoginta, saat dikonfirmasi, mengaku keberangkatan para guru tersebut merupakan kesepakatan pribadi para guru. Ia pun telah meminta kepada Kabid PAUD untuk mengajak guru melaporkan ke Polres Kotamobagu.

“Saya sudah minta dilaporkan. Hari ini juga saya sudah instruksikan ke Kabid untuk melaporkan ke Polres,” terang Renty.

(Agung)

editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Back to top button