DPC PDIP Bolsel Laporkan Aksi Pembakaran Bendera Partai ke Polres

0
171
DPC PDIP Bolsel Laporkan Aksi Pembakaran Bendera Partai ke Polres
Jajaran DPC PDIP saat melapor pembakaran bendera di Polres Bolsel

BOLMORA.COM, HUKRIM – Aksi pembakaran bendera PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) saat demo penolakan RUU (Rancangan Undang-undang) HIP (Haluan Ideologi Pancasila) di depan kantor DPR/MPR RI, Rabu (24/6/2020) pekan kemarin, tampaknya memunculkan reaksi dari seluruh jajaran pengurus partai kepala banteng moncong putih itu. Tak terkecuali di Kabupaten Bolsel (Bolaang Mongondow Selatan).

Pun Senin (29/6/2020), jajaran pengurus DPC (Dewan Pimpinan Cabang) PDIP Kabupaten Bolsel, yang dipimpin langsung Ketua DPC Iskandar Kamaru, mendatangi Mapolres Bolsel, guna melaporkan aksi pembakaran bendera partai.

Saat menggelar konfrensi pers di Mapolres Bolsel, Iskandar menegaskan bahwa laporan terhadap aksi pembakaran bendera partai, dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Hal itu sebagaimana instruksi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri, kepada DPD dan DPC PDIP se-Indonesia.

“Sikap PDIP melaporkan pelaku pembakaran bendera partai ini untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Kami dari DPC PDIP Bolsel, memberikan dukungan moril kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku pembakaran bendera partai tersebut,” ungkap Iskandar.

Dengan adanya laporan itu, ia berharap kejadian serupa tidak terulang lagi. Karena, bendera partai merupakan panji partai sesuai AD/ART yang disahkan KemenkumHAM.

“Tentu kami sangat menyanyangkan adanya pembakaran bendera parti. Telebih, adanya berbagai fitnah yang ditujukan kepada PDIP. Padahal, PDIP adalah partai yang selalu terdepan dan konsisten menjaga Pancasila,” sebut Iskandar.

Selain melaporkan ke Polres, DPC PDIP Kabupaten Bolsel juga mengeluarkan beberapa pernyataan sikap, di antaranya.

1. Peristiwa pembakaran bendera PDIP dan isu komunis yang dilontarkan oleh massa aksi, bukan hanya bentuk serangan kepada PDIP, namun juga merupakan serangan terhadap demokrasi hukum dan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.

2. Kejadian tersebut merupakan suatu bentuk anarkis, serta upaya dan ada keinginan untuk memecah belah persatuan bangsa yang tidak dapat dibenarkan.

3. Karena hal tersebut, kami meminta pihak kepolisian untuk bertindak tegas, mengusut dan memberikan sanksi hukum kepada pelaku pembakaran bendera PDIP, serta menangkap kelompok-kelompok yang menyebarkan isu kebencian yang ingin memecah belah persatuan bangsa.

4. Meminta kepada Kepolisian Resor Bolsel, untuk melakukan upaya preventif agar kejadian serupa tidak terjadi dikemudian hari khususnya di Kabupaten Bolsel.

Sementara itu, Kapolres Bolsel AKBP. Yuli Kurnianto, S.I.K mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan secara berjenjang.

“Kami akan sampaikan ke pimpinan bahwa hari ini kami menerima pernyataan sikap dari Ketua DPC PDI Perjuangan di wilayah Bolsel,” kata Kapolres, saat dikonfirmasi awak media.

Diapun berharap, kejadian serupa tidak terjadi di wilayah Kabupaten Bolsel.

“Di sini (Bolsel.red) kita akan jaga agar jangan sampai terjadi.Untuk itu, kami menyerahkan ke satuan yang lebih tinggi, untuk mengusut pelaku pembakaran bendera partai tersebut,” pungkasnya.

(*/Gnm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here