Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin!

AdvertorialBolselKanal Lain

Ketua Komisi 2 DPRD Bolsel Hadiri Gebyar Ketupat dan Harlah Ke-11 Milangodaa Utara

BOLMORA.COM, BOLSEL – Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Ketua Komisi 2 DPRD Bolsel, Zulkarnain Kamaru S.Ag bersama Jelfi Djauhari Spd, menghadiri acara gebyar ketupat yang dilaksanakan di Lapangan Desa Milangodaa Utara, Kecamatan Tomini, Senin (09/05/2022).

Acara di awali dengan ucapan selamat datang oleh Sangadi Milangodaa Utara, Arkan Idris kepada seluruh semua pihak yang hadir terutama kepada anggota DPRD Bolsel Zulkarnain Kamaru S.Ag, Jelfi Djauhari S.Pd Camat Tomini Abidin Patilima ST. M.Si dan seluruh undangan yang hadir.

Zulkarnain Kamaru dan camat Tomini saat mencicipi masakan yang dilombakan

Acara gebyar ketupat ini dimeriahkan dengan lomba masak oleh ibu-ibu PKK, yang menyajikan masakan mereka dalam kegiatan.

Acara di lanjutkan dengan Penilaian Sten Gebyar Ketupat dan juga menu makanan, Penilaian tersebut di pimpin langsung Ketua Komisi 2 DPRD, Zulkarnain Kamaru dan wakil ketua komisi 3 DPRD Jelfi Djauhari S.Pd dan juga Ibu PKK Kecamatan Tomini Rukaiya Abas S.Akun.

Zulkarnain Kamaru saat wawancarai menyampaikan, menyambut positif perayaan gebyar ketupat tahunan ini untuk mempererat tali silaturahmi masyarakat Milangodaa Utara, dan beberapa desa yang ada di kecamatan Tomini.

Ketua komisi 2 Zulkarnain Kamaru Menilai masakan ibu-ibu PKK

“Gebyar ketupat tidak hanya memeriahkan perayaan lebaran, namun juga penting dalam rangka menjalin tali silaturahmi,” ujarnya.

Gebyar ketupat dapat dijadikan momen untuk mempromosikan daerah. Sebab, gebyar ketupat sangat menarik karena masyarakat berkontribusi langsung dengan kegiatan ini.

“Gebyar ketupat dapat dijadikan sebagai wisata daerah karena mengandung banyak kearifan lokal di dalamnya,” usul politisi PDIP itu.

Zulkarnain Kamaru Menilai makanan penutup

Tak hanya itu, momentum gebyar ketupat ini merupakan tradisi yang sudah turun menurun yang harus dilestarikan.

“Apalagi dua tahun terakhir masyarakat tidak bisa merayakan Gebyar Ketupat Karena Pandemik Covid-19 yang melanda Indonesiam Mungkin tahun ini lebih meriah karena masyarakat yang sudah kangen dengan kegiatan ini,” pungkas Zulkarnain Kamaru. (Advetorial)

(NI)

editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Back to top button