Bolmut Ketambahan Satu Pasien Positif Covid-19, Berikut Penjelasannya
BOLMORA.COM, BOLMUT — Dalam siaran pers yang disampaikan juru bicara penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), pada hari Sabtu 9 Mei 2020 kemarin, Sulut ketambahan 6 kasus baru pasien positif Covid-19. Dari enam kasus tersebut, salah satunya berasal dari Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) dan menjadi pasien positif nomor (52) di Sulut.
Terkait hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmut secara resmi menggelar siaran pers, yang menyatakan kasus terkonfirmasi ini merupakan pasien kedua positif Covid-19 di Bolmut.
Juru bicara covid-19 Bolmut Leksi Talibo, yang didampingi oleh Kepala Dinkes Bolmut, dr. Jusnan Mokoginta dan Kepala BPBD Bolmut, Viktor Nanlessy, dalam siaran persnya menyampaikan bahwa pasien positif Covid-19 yang kedua (2) ini, adalah warga Desa Sangkub Timur Kecamatan Sangkub. Pasien berjenis kelamin perempuan (51) tahun dan tidak memiliki riwayat perjalanan.
Namun pada tanggal 26 April 2020 dilakukan rapid test karena memiliki kontak erat resiko tinggi yang diharuskan menjalani isolasi mandiri. Kemudian rapid test yang bersangkutan dinyatakan reaktif, sehingga keesokan harinya pada tanggal 27 April 2020 dilanjutkan dengan pemeriksaan Swab Test di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bolmut.
“Pada tanggal 9 Mei 2020 kami sudah mendapatkan hasil swab melalui surat kepala balai teknik kesehatan lingkungan dan pengendalian penyakit kelas I Manado Kementerian kesehatan Republik Indonesia dengan nomor : SR.01.07/02/1361/2020 dengan menerangkan bahwa pasien tersebut merupakan salah satu pasien terkonfirmasi positif sars COV-2 atau lebih dikenal dengan Covid-19 sehingga menjadi pasien kedua di Bolmut yang dinyatakan positif covid-19, dan saat ini pasien tersebut sedang dirawat sesuai Protokol covid-19 di ruang isolasi RSUD Bolmut dan dalam keadaan baik,” kata jubir Satgas Bolmut di ruangan rapat Dinas Kesehatan (Dinkes), Minggu (10/05/2020).
Leksi juga menghimbau kepada masyarakat Bolmut agar dapat memberikan dukungan semangat terhadap pasien yang positif terpapar covid-19, jangan berstigma negatif terhadap pasien covid-19 dan keluarganya, karena covid-19 bukanlah Aib.
“Untuk itu, saya berharap tidak ada perlakuan berupa pengucilan atau perundungan terhadap keluarga maupun pasien yang terjangkit covid-19. Mari kita saling memberi support agar pasien dapat meningkatkan sistem imun tubuh sehingga berangsur sembuh dan dapat kembali lagi ke lingkungan sosial masyarakat,” harapnya.
Selanjutnya, perlu saya terangkan bahwa sesuai analisa awal dari Dinkes Bolmut terhadap kasus yang kedua ini, bahwa ini merupakan kasus lokal dikarenakan pasien positif covid-19 tidak memiliki riwayat perjalanan. Maka saya meminta kepada pemerintah desa agar segera membentuk dan mengaktifkan tim relawan desa siaga covid-19 yang berfungsi untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam mencegah, mendeteksi dan merespon terhadap penyebaran covid-19 di desa.
“Dan kepada seluruh masyarakat bolmut terlebih khusus keluarga pasien covid-19, untuk tetap tenang, tidak panik dan tingkatkan kewaspadaan dengan tetap berada dirumah, lakukan social dan physical distancing, gunakanlah masker bila terpaksa keluar rumah dan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir,” jelas Talibo.
Ia menambahkan, Pemkab Bolmut melalui Dinkes Bolmut sejak kemarin telah melakukan contact tracing, atau penelusuran kontak dari pasien nomor (2) ini, dan langsung melakukan pengambilan sampel swab kepada 8 orang yang memiliki kontak erat dengan pasien nomor (2), sebagai langkah antisipasi untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 di bolmut.
“Pemkab memberikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya, kepada semua pihak yang terlibat dalam penanganan covid-19 di Bolmut, terlebih khusus para dokter, perawat dan seluruh jajaran Dinkes dan RSUD Bolmut, yang sedang bekerja keras penuh desikasi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Bolmut,” imbuhnya.
Berikut Data Pemetaan Penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Bolmut, Minggu (10/05/2020) :
-. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) = 1 orang
-. PDP yang dipantau dirumah = 3 orang
-. PDP Meninggal = 1 orang
-. Orang Dalam Pemantauan (ODP) = 28 orang
-. Orang Tanpa Gejala (OTG) = 35 orang
-. Orang Riwayat Perjalanan (ORP) = 1.311 orang
-. Pasien Positif Covid-19 = 2 orang.
(Awall)



