Pemerintah Daerah Salurkan Bantuan Penanganan Corona Untuk Rakyat Bolmong

BOLMORA.COM, BOLMONG – Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow mulai menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) berupa bahan sembako guna menjaga perekonomian warga yang terdampak pandemi virus Corona (COVID-19).
Bupati Bolmong Dra. Yasti Soepredjo Mokoagow mengatakan, bahwa bantuan ini diberikan sebagai upaya untuk menjaga kesejahteraan perekonomian masyarakat, akibat terdampak pandemi virus Corona.
“Bantuan beras premium dan paket sembako ini ditujukan untuk meringankan beban masyarakat,” ujar bupati saat melepas sejumlah angkutan sembako di depan gudang logistik Kelurahan Mongkonai, Kotamobagu. Rabu (6/5/2020).

Diakui bupati, untuk penyaluran bantuan tahap pertama ini ada sedikit keterlambatan dikarenakan proses pengumpulan bahan bantuan memakan waktu hingga dua pekan.
Pun demikian, bupati memastikan untuk penyaluran bantuan di tahap kedua tidak akan ada kendala.
“Yang pasti penyaluran bantuan tahap dua, akan dilakukan sebelum lebaran,” ucap Bupati.
Usai melepas angkutan bantuan, Bupati bersama jajaran melanjutkan kegiatan gerakan tanam dan penyerahan bantuan untuk mendukung ketahanan pangan dalam rangka percepatan penanganan dampak Covid-19, yang dipusatkan di kompleks kantor Dinas Pertanian.
Gerakan itu sebagai bentuk antisipasi pemerintah serta bentuk penguatan ketahanan pangan di tengah Pandemi Covid-19.

“Bolmong daerah satu satunya kabupaten di indonesia telah pikir langkah jauh ke depan khusus ketahanan pangan,” ucap Bupati.
Dia mengatakan, sejak 9 April lalu telah memimpin rapat refocusing anggaran. Di samping Bansos ada langkah penting untuk Bolmong dan sekitarnya. Mulai dianggarkan pengadaan bibit pertanian dan perikanan. Sebab menurut bupati, pemerintah tak mungkin bantu tiap bulan.
“Bolmong daerah subur dan luas. Sebisa mungkin pemerintah mendorong agar lahan dan pekarangan dimanfaatkan untuk tidak jadi lahan tidur,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Bolmong I Nyoman Sukra mengatakan, ada 8.370 Kepala Keluarga (KK) yang akan menerima bantuan beras dari APBD Bolmong.
“8.370 kepala keluarga yang dimaksud adalah mereka yang tidak tersentuh dana APBN. Misalnya mereka yang tidak menerima bantuan PKH dan BPNT, ” jelas kadis.
Dijelaskannya, dari 30.716 warga miskin di Bolmong. Sebanyak 11.236 kepala keluarga sudah menerima PKH dan 15.358 kepala keluarga adalah penerima BPNT.
“Untuk sisa 4.122 KK akan menerima bantuan dari APBD Bolmong yang sudah disiapkan,” terangnya.

Lanjut kadis, sementara itu ada 4.248 Kepala Keluarga yang masuk dalam data miskin baru. Jika dijumlahkan data sebelumnya yang berjumlah 4.122 kk dan data miskin baru maka yang berhak menerima bantuan sebanyak 8.370 kepala keluarga.
“Warga miskin baru disini adalah mereka yang jadi pengangguran akibat dirumahkan bahkan di PHK,” ungkapnya.
Ia meyakini ketersediaan pangan yang dianggarkan lewat dana APBD ini bisa untuk sembilan bulan, terhitung April hingga Desember 2020.
“Satu paket terdiri dari 36 kilogram beras,” katanya
Selain beras di Dinas Ketahanan Pangan ada juga paket bantuan lainnya yang ada di Dinas Sosial. Seperti minyak goreng 2 liter, ikan kaleng 5 kaleng, telur 30 butir dan susus 5 kaleng.
“Untuk data penerima di Dinas Sosial berjumlah 4248 kepala keluarga. Dan total anggaran yang dianggarkan berjumlah Rp 7,4 Miliar untuk persiapan sembilan bulan ke depan,” ucap Kadis Sosial Abdul Haris Bambela.
Haris juga menyampaikan untuk teknis penyaluran bantuan akan dipusatkan di Kantor Camat dan kemudian disalurkan ke pemerintah desa.

Bantuan penanganan dampak Covid-19 di Bolmong tahun ini juga bagian dari program Orang Desa Sehat dan Kuat.
Disisi lain, Kepala Dinas Perkebunan Bolmong Taufik Mokoginta mengatakan, di tengah Pandemi Covid-19 ini, selain program penyaluran bantuan yang telah disiapkan selama sembilan bulan ke depan, pemerintah juga telah menyiapkan program ketahanan pangan individu dengan penyediaan bibit untuk ditanam di wilayah sebaran kurang lebih 30 titik yang ada di 15 kecamatan.
“Saat ini bibit jagung manis bersama pupuk kompos mulai disebar di sejumlah titik tanam di wilayah pantai utara (Pantura). Ada dua titik lokasi penanaman di tiap kecamatan. Tiap titik dapat 5 sachet dengan ukuran besar,” jelasnya.
Jaminan ketersediaan pangan katanya, karena sistem penanaman diatur tiap 10 hari. Sehingga diprediksi Bolmong akan panen terus menerus selama dua bulan ke depan.
“Jika terlaksana dengan baik sesuai planning, ini akan memberi dampak ekonomi kepada masyarakat,” jelasnya.
Untuk tahap pertama ini, ketersediaan bibit jagung manis berjumlah 300 sachet. Jumlah 300 sachet itu asumsinya mencapai 900.000 jagung manis yang akan dihasilkan di 30 titik lokasi tanam tersebar. Hasil tersebut merupakan kebutuhan penyangga bagi masyarakat di samping ada bantuan lainnya yang akan diberikan pemerintah.
“Selain bibit jagung manis, ada juga bantuan pupuk cair ZPT 24.000 Liter, pupuk kompos untuk 30 lokasi,” ujarnya
Penanaman jagung ini juga akan dikawal Dinas Perkebunan juga dibantu PPL di wilayah, agar tepat sasaran terutama saat penyaluran jagung manis nanti kepada masyarakat.
Selain di Dinas Perkebunan, Dinas Pertanian juga menyiapkan bantuan benih padi 211. 850 kilogram dan bantuan pupuk organik cair (POC) 22.208 liter bantuan pupuk urea 700.000 kg pupuk npk 525.0) kilogram.
Dinas Ketahanan Pangan menyiapkan bantuan beras cadangan pangan daerah dan penadaan bibit sayur dan buah senilai 1.5 miliar.
Sedangkan di Dinas Perikanan untuk 8 kelompok pembudidayaan ikan berupa benih ikan nila 200. Ribu ekor serta pakan ternak 4000 kilogram
Berikut rincian bantuan yang disalurkan
1. Dinas Pertanian
– Bantuan benih padi 211.850 kg
– Bantuan pupuk organik cair (POC) 22.208 Liter
– Bantuan pupuk urea 700.000 kg
– Bantuan pupuk NPK 525.000 kg
2. Dinas Perkebunan
– Benih jagung bisi 18 200.000 kg
– Pupuk vair ZPT 24.000 lietr
– Bibit jagung manis 150 saset (3000 benih)
– Pupuk kompos untuk 30 lokasi
3. Dinas Ketahanan Pangan
– Bantuan beras cadangan pangan daerah untuk 8.370 kk X 36 Kg X 9 Bulan sebanyak 2.711,88 Ton
– Bantuan pemanfaatan pekarangan untuk 200 Desa dan 2 kelurahan berupa :
Benih sayur – sayuran, rempah – rempah, VOC, polibeg dan gembor.
4. Dinas Sosial
– Bantuan sembako kepada 4.284 kk
Dengan perincian Rp. 200.000/kk/9 Bulan berupa :
Telur, minyak goreng, susu kaleng, minyak kaleng.
5. Dinas Perikanan
Untuk 8 kelompok pembudidayaan ikan
– Bantuan benih ikan nila sebanyak 200.000 ekor
– Pakan ikan 4.000 kg
(ADVERTORIAL/Agung).



