Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin!

Nasional

Berinovasi di Tengah Pandemi, Cap Tikus Disulap Menjadi Hand Sanitizer

BOLMORA.COM, BUOL Dikala alkohol sebagai bahan baku dalam pembuatan cairan pembersih tangan atau hand sanitizer menjadi barang yang langka di tengah pandemi covid-19, sebuah desa tepatnya di Desa Potugu yang terletak di Kecamatan Momunu Kabupaten Buol, memanfaatkan alih fungsi pembuatan minuman keras jenis cap tikus, yang diketahui merupakan mata pencaharian sebagian besar penduduk yang bermukim di desa tersebut.

Ide yang muncul sejak awal masuknya virus corona ke Indonesia tersebut, menjadi motivasi pihak Kepolisian Sektor (Polsek Momunu) untuk berinovasi menyulap minuman keras jenis cap tikus menjadi alkohol murni untuk dijadikan hand sanitizer.

Proses pembuatan alkohol murni ini, diprakarsai oleh Kapolsek Momunu Ipda Razak Abas Abdullah, Kasubag Humas Polres Buol, Brigpol Eka Putra, Babinkamtibmas Briptu Ismail, yang bersinergi dengan Danramil Momunu, Peltu Jumadil K Luid, yang kemudian secara bersama turun langsung untuk bekerjasama dengan pemerintah Desa Potugu.

Sedikitnya 80 liter Miras Cap Tikus 80 berhasil di suling oleh Iksan Handui warga desa setempat, menjadi 20 liter alkohol murni, dan dari alkohol murni itulah kemudian diolah lagi menjadi cairan pembersih tangan.

Dikabarkan, Iksan Handui, warga Desa Potugu Kecamatan Momunu tersebut, adalah seorang lulusan salah satu Universitas di Jogjakarta yang mengambil jurusan teknik geologi.

“Bersama ide cemerlang dari jajaran personil Polsek Momunu ini, selanjutnya kami bersama-sama berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Potugu, untuk merubah produksi cap tikus menjadi hand sanitizer. Alhamdulillah maksud kami tersebut mendapat respon positif dari Kepala Desa Potugu, “ujar Iksan, saat dikonfirmasi Media ini, Minggu (03/05/2020).

Menurut Iksan, secara teknis alkohol murni ini dibuat melalui proses destilasi atau penyulingan dengan suhu 70• Celcius, yang menghasilkan uap panas dan uap itulah yang menghasilkan cairan alkohol dengan kandungan 90% ketika didinginkan. 

“Selanjutnya dari alkohol murni tersebut nanti dikombinasikan dengan Glycerol dan Hydrogen Peroxide, untuk diproduksi menjadi cairan pembersih atau hand sanitizer, “jelas Iksan lagi. 

Iksan menambahkan, dirinya bersama Kades Potugu, Jufri Laba, telah berkoordinasi dengan Kapolres Buol AKBP Wawan Sunarwirawan melalui Kasatreskrim dan Kapolsek Momunu untuk memberitahukan niat terkait pembuatan hand sanitizer tersebut.

Dia berharap, kedepannya Desa Potugu bisa memproduksi alkohol dan cairan pembersih tangan dengan skala yang lebih besar lagi. 

“Pastinya semua ini tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Buol, terutama melalui instansi terkait seperti Dinas Kesehatan serta Dinas Koperasi & UMKM, “Pungkas Iksan.

 (Irfan Makalalag).

editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Back to top button