Kelangkaan Elpiji 3 Kg Kembali Dikeluhkan

0
207
Kelangkaan Elpiji 3 Kg Kembali Dikeluhkan
Foto Istimewa penyaluran tabung gas LPG

BOLMORA.COM, KOTAMOBAGU – Warga di sejumlah Kelurahan dan Desa di Kota Kotamobagu sejak 2 minggu terakhir ini kembali mengeluh kelangkaan elpiji tabung tiga kilogram (3 Kg). Jika pun ada stok, harganya juga melambung tinggi mencapai Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu per tabung pada pedagang pengecer. 

Herawaty Manoppo salah satu warga Kelurahan Motoboi Besar mengungkapkan, dari empat pangkalan LPG di Kelurahannya, LPG 3 Kg semuanya habis.

“Di Pangkalan semuanya kosong, beberapa warung pengecer juga habis padahal saya sangat butuh untuk memasak makanan doa menyambut Bulan Ramadhan,” ungkapnya, Selasa (23/4/2019).

Pun demikian juga dengan Djawaria Mokorimban, warga Poyowa Besar 1. Dia mengatakan, sudah dua hari ini mencari LPG 3 Kg namun belum mendapatkannya.

“Cari di pangkalan semuanya habis, terpaksa saya membeli di warung dengan harga Rp 27.000,” ujarnya.

Dirinya meminta kepada pemerintah agar lebih mengawasi pendistribusian LPG.

“Pemerintah harus turun memantau bahkan bila perlu mencabut izin dari pangkalan-pangkalan LPG yang tidak menaati aturan. Rata-rata pangkalan menerima stok LPG hari ini, besoknya ketika masyarakat datang membeli sudah habis. Itu kan artinya ada pengecer yang memborong ya,” terangnya.

Sebelumnya, dilangsir dari beberapa media lokal Kotamobagu, Kepala Bagian Perekonomian Kota Kotamobagu Alfian Hasan mengatakan sudah mengajukan penambahan stok LPG 2 Kg ke Pertamina.

“Tabung LPG ukuran 3 Kg kita ajukan penambahan dengan total 10.000 Kg perhari. Untuk Kota Kotamobagu, kebutuhan perhari 7000 Kg, mengingat ini menjelang Bulan Ramadhan maka kita minta penambahan,” ujarnya.

(me2t)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here