Gara-gara Minta Pulang, Wanita Asal Bongkudai Jadi Korban Pemukulan HS

0
144
Gara-gara Minta Pulang, Wanita Asal Bongkudai Jadi Korban Pemukulan HS
Surat Laporan Polisi Korban Pemukulan. Senin (15/4)

BOLMORA.COM, HUKRIM –Seorang wanita remaja asal Desa Bongkudai, Kecamatan Modayag, harus menjadi korban pemukulan oknum Pria berinisial HS alias Her, warga Kotamobagu. Tidak terima dengan perlakuan HS, sang korban pun akhirnya melapor ke Kepolisian Resort (Polres) Kotamobagu pada Senin 15 April 2019,

HS dilaporkan karena diduga telah melakukan penganiayaan kepada korban/pelapor yang berinisial IM alias Indri. Laporan tersebut diterima langsung oleh Kanit SPKT”A” Taufik Anis, melalui Bamin SPKT”A” Fedro Gonibala.

Di dalam kronologi LP, awal mulanya, HS dan IM melakukan janji ketemuan melalui via WhatsApp. Setelah sepakat, keduanya akhirnya bertemu, pada Minggu 14 April 2019.

Karna sudah janjian, HS pun langsung menyambangi rumah IM yang berada di Desa Bongkudai, sekitar pukul 21.00 Wita, dengan menggunakan kendaraan roda empat. Saat IM beranjak naik di kendaraan milik HS, keduanya langsung menuju ke salah satu warung yang menjual minuman keras (Miras).

“Dia menjemput saya dirumah, dan kami sama-sama mencari tempat yang menjual miras untuk dibeli,” ujar IM, kepada wartawan, Selasa (16/04/19), saat IM selesai di BAP.

Lanjutnya, selesai membeli miras, keduanya singgah ke tempat kost milik temannya, yang berada di Kampung Baru, Kelurahan Kotamobagu. Ditempat itulah HS dengan teman-temanya melakukan pesta miras.

“Selama mereka minum, saya hanya berada di dalam kendaraan milik HS. Saya tidak ikut minum dengan mereka,” jelas IM.

Ia menambahkan, sekitar pukul 02.00 dini hari, dirinya meminta HS untuk mengantarnya pulang ke rumah.

“Dia menolak untuk mengatarnya saya, tapi saya tetap bersikeras minta pulang, dan terjadi adu mulut. HS pun langsung memarahi hingga memukuli saya,” tambahnya.

Merasa tidak terima dengan perlakuan HS, IM pun langsung melaporkan kejadian tersebut, dan melakukan Visum di badannya.

“Saya sudah laporkan ke pihak yang berwajib, dan saya juga sudah di BAP. Saya berharap pihak kepolisian dapat menuntaskan masalah ini, karena kedua orang tua saya sangat keberatan dan tidak terima kejadian yang menimpa saya,” tutup IM.

Sementara, Kepala SPKT”A” Taufik Anis, SE membenarkan hal tersebut. “Ia saudari IM sudah melaporkan kejadian penganiayaan kepada dirinya, dan kami sudah menerima laporannya. Untuk proses selanjutnya, kami serahkan kepada pihak Reserse dan Kriminal (Reskrim),” ucapnya.

(Agung)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here