Demi Keamanan dan Kesehatan Masyarakat Bolmut, Wilayah Perbatasan Terus Dijaga Ketat

0
529
Demi Keamanan dan Kesehatan Masyarakat Bolmut, Wilayah Perbatasan Terus Dijaga Ketat
Suasaa di Perbatasan Bolmut
Advertisement

BOLMORA.COM, BOLMUT – Kedatangan wabah pendemi COVID-19 atau yang dikenal dengan virus Corona ke Indonesia berdampak pada semua lini kehidupan. Tanpa terkecuali di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Walau sejauh ini belum ada satupun masyarakat Bolmut yang dinyatakan positif covid-19, tapi langkah cepat dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmut dengan memberlakukan sistem buka tutup di perbatasan Provinsi Gorontalo dan Kabupaten Bolaaang Mongondow (Bolmong) yang diharapkan bisa memutus mata rantai penyebaran covid-19.

Berdasarkan pantauan media Bolmora.Com di perbatasan kabupaten Bolmut dan Bolmong, Selasa (31/03/2020), nampaknya pemkab bolmut sangat siap dengan konsep sistem buka-tutup yang berlaku sejak pukul 18.00 wita sampai pukul 06.00 wita. Itu terlihat dengan dilibatkannya seluruh sumber daya yang ada seperti TNI dan Polri, Tenaga Medis, Satpol PP, BPBD, Kesbangpol dan Pemerintah Kecamatan Sangkub.

Kapolsek Sangkub, Ipda. Gatot S. Daun, saat diwawancarai awak media Bolmora.com, mengatakan, pihaknya bersama TNI menjaga ketat sesuai instruksi serta selalu siap mendampingi Pemkab Bolmut untuk memberi rasa aman bagi masyarakat.

“Berdasarkan maklumat Kapolri, dan arahan Kapolres Bolmut kami siap mendampingi Pemkab Bolmut untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19.” ucapnya.

Kami selalu berkoordinasi dengan semua pihak agar SOP pada sistem buka-tutup ini tidak dipertanyakan oleh para pengendara, apa lagi kecamatan sangkub yang berbatasan langsung dengan kabupaten tetangga memiliki titik-titik rawan bencana longsor sehingga harus ada skema yang tepat untuk mengatasi itu.

“Untuk menghindari antrian panjang yang dikhawatirkan sampai di titik rawan longsor, maka kita gunakan dua sistem. Yang pertama pihak tenaga medis melakukan pemeriksaan kesehatan di desa sangtombolang, kemudian kedua setelah sudah masuk waktu penutupan sementara kita lakukan penyetopan kendaraan di desa sangkub timur.” jelasnya.

Ditempat yang sama, Camat Sangkub Iwan Panigoro, SP.d., membenarkan SOP tersebut. Sebelumnya banyak masyarakat yang khawatir jika terjadi penumpukan kendaraan di desa mereka saat sistem buka-tutup diberlakukan akan menjadi pemicu pandemi covid-19.

“Jadi metode pemeriksaan kesehatan oleh tim medis di desa sangtombolang merupakan strategi agar saat memasuki tempat penyetopan di desa sangkub timur, antrian para pengendara dan penumpangnya sudah steril dan dianggap tidak memiliki gejala covid-19. Masyarakat dihimbau tetap waspada namun tidak perlu panik.” ungkapnya.

Ada tantangan tersendiri saat menghadapi beberapa pengendara yang keberatan ketika dihentikan kendaraannya dengan berbagai macam alasan.

“Acap kali kami sering bersitegang dengan pengendara, tapi ketika dijelaskan dengan sabar dan baik akhirnya para pengendara bisa diajak kerja sama.” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolmut Sofian Mokoginta, juga angkat bicara. Menurutnya, Tim medis yang ada di kabupaten bolmut entah berasal dari Dinkes, RSUD atau Puskesmas bekerja sama dengan semua pihak akan berupaya semaksimal mungkin mencegah pandemi covid-19 masuk wilayah bolmut.

“Pemeriksaan kesehatan berupa pengecekan suhu tubuh, melihat kondisi pengendara dan penumpang apakah ada gejala yang patut dicurigai serta penyemprotan disinsektan.” paparnya.

Perlu ada kerja sama yang baik dengan masyarakat untuk menyikapi covid-19 ini. “Saya hanya berharap masyarakat membantu kami dengan tetap berada dirumah, sesuai arahan pemerintah, hanya keluar rumah jika ada hal mendesak.” harapnya.

Hasil investigasi awak media sampai pukul 21.00 wita, panjang antrian mencapai kurang lebih hampir 1 kilo meter dari desa sangkub timur sampai desa sompiro.

Salah satu warga desa sompiro mengaku sempat khawatir melihat antrian kendaraan dan banyaknya penumpang yang lalu lalang didesanya karena terjebak sistem buka-tutup.

“sebelumya kami sempat ketakutan karena beredar kabar para sopir dan penumpang itu akan menularkan penyakit di desa kami, tapi setelah mendapat penjelasan dari pemerintah kecamatan akhirnya kami merasa legah dan tidak panik lagi.” tutur wanita parubaya yang enggan menyebutkan namanya.

Salah satu sopir taksi rute manado-gorontalo yang berhasil diwawancarai awak media juga mengaku sangat mendukung kebijakan pemerintah, asalkan merata dan tidak tebang pilih.

“Sejak hari pertama diberlakukan sistem buka-tutup ini saya tidak pernah terjebak diantrian, karena saya sudah tau jam berapa ditutup sehingga sudah bisa mengantisipasinya. Sayang kali ini salah seorang penumpang saya terlambat dan berpengaruh dijam keberangkatan, akhirnya kita nginap disini. Besok pagi baru lanjut lagi.” candanya.

Terpantau, kendaraan muatan bahan pokok, BBM, dan Ambulance diberikan kemudahan untuk tetap beroperasi.

Berdasarkan informasi dari kesbangpol bolmut, untuk hari ini kendaraan roda dua, roda empat, roda enam beserta penumpang yang melewati perbatasan Bolmut dan Bolmong dari arah manado, bitung, kotamobagu tujuan gorontalo berjumlah sebagai berikut :

Roda dua    : 109 unit
Roda empat : 254 unit
Roda enam  : 149 unit
Penumpang  : 1455 orang.

(Awall)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here