Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Batalkan Ujian Nasional Tahun 2020

0
238
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Batalkan Ujian Nasional Tahun 2020
Ilustrasi Ujian Nasional

BOLMORA.COM, KOTAMOBAGU – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim, mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

Dalam surat tertanggal 24 Maret 2020 tersebut berisi, berkenaan dengan penyebaran Coronauirus Dkeose (Covid-19) yang semakin meningkat maka kesehatan lahir dan batin siswa, guru, kepala sekolah dan seluruh warga sekolah menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan kebijakan pendidikan.

Sehubungan dengan hal tersebut disampaikan bahwa Ujian Nasional (UN) Tahun 2020 dibatalkan, termasuk Uji Kompetensi Keahlian 2020 bagi Sekolah Menengah Kejuruan. Dengan dibatalkannya UN Tahun 2O2O maka keikutsertaan UN tidak menjadi syarat kelulusan atau seleksi masuk jenjang pendidikan yang Iebih tinggi. Dengan dibatalkannya UN Tahun 2O2O maka proses penyetaraan bagi lulusan program Paket A, program Paket B, dan program Paket C akan ditentukan kemudian.

Proses Belajar dari Rumah dilaksanakan dengan ketentuan antara lain, belajar dari Rumah melalui pembelajaran daring/jarak jauh dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan. Belajar dari Rumah dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara lain mengenai pandemi Covid-19. Aktivitas dan tugas pembelajaran Belajar dari Rumah dapat bervariasi antarsiswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses/ fasilitas belajar di rumah. Bukti atau produk aktivitas Belajar dari Rumah diberi umpan baiik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru, tanpa diharuskan memberi skor/ nilai kuantitatif.

Dalam surat itu juga diterangkan, ujian Sekolah untuk kelulusan dilaksanakan dengan ketentuan beberapa ketentuan yaitu, ujian Sekolah untuk kelulusan dalam bentuk tes yang mengumpulkan siswa tidak boleh dilakukan, kecuali yang telah dilaksanakan sebelum terbitnya surat edaran ini. Ujian Sekolah dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, dan/atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya. Ujian Sekolah dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna, dan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh. Sekolah yang telah melaksanakan ujian Sekolah dapat menggunakan nilai ujian Sekolah untuk menentukan kelulusan siswa. Bagi sekolah yang belum melaksanakan Ujian Sekolah berlaku ketentuan kelulusan Sekolah Dasar (SD)/sederajat ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir (kelas 4, kelas 5, dan kelas 6 semester gasal). Nilai semester genap kelas 6 dapat digunakan sebagai tambahan niiai kelulusan.

Turut dijelaskan pula, kelulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP)/sederajat dan Sekolah Menengah Atas (SMA) / sederajat ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir. Nilai semester genap kelas 9 dan kelas 12 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan. Kelulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) / sederajat ditentukan berdasarkan nilai rapor, praktik kerja lapangan, portofolio dan nilai praktik selama lima semester terakhir. Nilai semester genap tahun terakhir dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan. Kenaikan Kelas dilaksanakan dengan ketentuan antara lain, ujian akhir semester untuk kenaikan Kelas dalam bentuk tes yang mengumpulkan siswa tidak boleh dilakukan, kecuali yang telah dilaksanakan sebelum terbitnya Surat Edaran ini. Ujian akhir semester untuk Kenaikan Kelas dapat dilakukan dalam bentuk portofoiio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, dan/atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya. Ujian akhir semester untuk Kenaikan Kelas dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna, dan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh.

Terkait dengan surat edaran tersebut Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kotamobagu berharap agar orang tua tetap membimbing dan mengarahkan anak untuk belajar dengan tekun di rumah.

“Surat edaran ini sudah kami terima dan kepada orang tua agar tetap membimbing dan mengarahkan anak untuk belajar di rumah, baik yang bukan kelas ujian maupun yang kelas ujian. Ini sudah merupakan keputusan Menteri yang mau tidak mau kita harus ikuti,” ujar Kepala Disdik Rukmi Simbala.

Dirinya juga berharap agar seluruh Kepala Sekolah serta guru-guru di Kotamobagu untuk senantiasa juga mengawasi siswa dan siswi masing-masing yang belajar di rumah.

“Kepada teman-teman Kepala Sekolah dan Guru-guru se-Kota kotamobagu mohon agar dapat mengawasi siswa-siswa agar belajar di rumah, dan tidak ada yang bekeluyuran di jalan,” imbuhnya.

(Me2t)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here