JCM Tinjau Proses Pelayanan Kesehatan dan Peralatan Medis di Puskesmas Bintauna

0
734
JCM Tinjau Proses Pelayanan Kesehatan dan Peralatan Medis di Puskesmas Bintauna
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bolmut dr Jusnan Mokoginta

BOLMORA.COM, ADVERTORIAL – Agar Puskesmas dapat menjalankan fungsinya secara optimal, diperlukan adanya pengelolaan organisasi Puskesmas secara baik, yang meliputi kinerja pelayanan, proses pelayanan, serta sumber daya yang digunakan. Hal ini perlu dilakukan dalam rangka upaya peningkatan mutu, manajemen risiko dan keselamatan pasien di Puskesmas, serta menjawab kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu.

Pembangunan kesehatan merupakan aspek penting dalam kerangka pembangunan suatu daerah. Tujuan diselenggarakannya pembangunan kesehatan adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Keberhasilan pembangunan kesehatan akan sangat mendukung peningkatan mutu dan daya saing sumberdaya manusia.

Untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan, diselenggarakan berbagai upaya kesehatan secara menyeluruh, berjenjang dan terpadu. Puskesmas merupakan garda depan dalam menyelenggarakan upaya kesehatan dasar.

Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 menjadi landasan hukum dalam penyelenggaraan Puskesmas, yang merupakan unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota sebagai penanggung jawab penyelenggaraan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) dr. Jusnan C. Mokoginta, MARS, kepada media BOLMORA.COM, saat meninjau proses pelayanan dan peralatan medis di Puskesmas Bintauna, Rabu (12/2/2020).

Kepala Dinas Kesehatan Bolmut dr. Jusnan C. Mokoginta, berkomunikasi dengan petugas medis di Puskesmas Bintauna

“Untuk menjamin perbaikan mutu, peningkatan kinerja dan penerapan manajemen risiko dilaksanakan secara berkesinambungan di Puskemas, diperlukan adanya penilaian oleh fihak eksternal dengan menggunakan standar yang ditetapkan, yaitu melalui mekanisme akreditasi.” jelasnya.

Dirinya menambahkan, Tujuan utama akreditasi puskesmas adalah untuk pembinaan peningkatan mutu kinerja melalui perbaikan yang berkesinambungan terhadap sistem manajemen, sistem manajemen mutu, sistem penyelenggaraan pelayanan serta program dan penerapan manajemen risiko. Tentu saja akreditasi ini bukan sekedar penilaian untuk mendapatkan sertifikat akreditasi.

Penilaian akreditasi Puskesmas dilakukan setiap tiga tahun sekali, sedangkan tingkatan statusnya yakni dasar, madya, utama dan yang tertinggi paripurna.

“Penilaian akreditasi meliputi standar administrasi dan manajemen serta program dan pelayanan Puskesmas,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Bolmut dr. Jusnan C. Mokoginta, meninjau langsung sejumlah fasilitas di Puskesmas Bintauna

Berdasarkan pantauan media Bolmora.com saat mendampingi dr. Jusnan C. Mokoginta, MARS. Saat meninjau secara langsung proses pelayanan dan peralatan medis puskesmas bintauna, sangat baik. Bersih, memiliki Jaminan persalinan (Jampersal) dimana ibu melahirkan tidak dikenakan biaya administrasi, memiliki inkubator yang dipersiapkan untuk penanganan bayi yang baru lahir, UGD, Ruang bersalin, dua unit ruang rapat, memiliki perawat dan bidan yang bersertifikat, memilki peta masing-masing desa se-kecamatan bintauna tentang keluhan kesehatan dan masi banyak lagi fasilitas lainnya.

Diakuinya, tidak mudah memperoleh akresitasi dan indikator yang sudah ditentukan. Butuh kerja keras, lugas dan tuntas untuk bisa mencapainya. Serta harus mendapatkan dukungan dari semua pihak.

“Selangkah lagi kita menuju akreditasi paripurna, tentu harus didukung dengan seluruh instrumen pelayanan dan kelengkapan peralatan medis.” pungkasnya.

(Advertorial/Awall)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here