Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin!

Bolmong

Belum Ada Jumlah Pasti Berapa Korban Jiwa yang Tertimbun di PETI Bakan

BOLMORA.COM BOLMONG – Ambruknya Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) tepatnya di Bukit Busa Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong pada Selasa malam lalu, mengakibatkan sejumlah penambang meregang nyawa. 

Bupati Kabupaten Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow, saat ditanyakan berapa korban keseluruhan di lokasi PETI Bakan mengungkapkan belum ada angka pasti, karena informasinya masih simpang siur. 

“Saat ditanya korban yang selamat rata-rata  menyebutkan angka 80 jiwa, bahkan ada yang menyebutkan di atas seratus,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmong Haris Dilapanga menyampaikan bahwa, pada pukul 15.15 WITA telah ditemukan satu korban yang selamat dengan cara mengamputasi kaki, atas nama Teddy Mokodopit. 

“Korban yang diamputasi kakinya saat dievakuasi masih selamat, tapi akhirnya Meninggal Dunia (MD). Jadi saat ini, total korban 27 orang. Namun 8 orang meninggal dunia, dan 19 orang luka berat maupun ringan,” ungkap Dilapanga, Kamis (28/2/2019).

Dia menjelaskan, saat ini tim Operasi SAR Gabungan yakni, Basarnas, BPBD, PMI, Rescue JRBM, Polres Kotamobagu, Polsek Lolayan, Kodim 1303 Bolmong, Koramil Lolayan, keluarga korban dan masyarakat terus melakukan proses pencairan korban.

“Ini sudah memasuki hari ketiga sejak terjadinya peristiwa PETI Bakan ambruk, pada Selasa malam lalu. Kalau untuk Standar Oprasional Prosedur (SOP)-nya, itu selama 7 hari atau satu minggu. Tapi jika waktunya tidak cukup dalam proses evakuasi, maka kami bersama tim akan membicarakannya, karena juga tetap melihat kondisi di lapangan,” katanya. 

Dia menambahkan, untuk saat ini pihaknya lebih memprioritaskan korban yang masih hidup, dan selanjutnya korban yang meninggal. Kalau sampai seminggu proses evakuasi masih belum selesai juga, maka pihak BPBD Bolmong bersama tim akan melihat apakah proses evakuasi bisa diteruskan atau tidak, mengingat kondisi kesehatan tim. 

“Karena kalau sudah seminggu kemudian masih ada korban (meninggal) yang belum dievakuasi, karena kondisi lapangan yang terjal, gunung, dan terlebih untuk kesehatan, maka kami bersama tim akang membicarakannya bagaimana kedepan. Tapi kami tetap akan berupaya mengavakuasi korban,” pungkasnya. 

(agung)

editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Back to top button