Janji SSM-Oppo Jadikan Buyat Sebagai Desa Santri Mulai Berjalan Tahun Ini
BOLMORA.COM , BOLTIM – Walaupun terkendala Pandemi Covid-19, Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sam Sachrul Mamonto dan Wakil Bupati Oscar Manoppo atau yang lebih akrab dengan sebutan SSM-Oppo mulai menjalankan visi dan misinya seperti yang disampaikan saat kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Selain pembangunan ibukota kabupaten yang akan dilakukan tahun ini, salah satu program yang akan mulai berjalan tahun ini adalah menjadikan Buyat sebagai Desa Santri. SSM-Oppo berjanji akan mengirimkan anak dari setiap desa di Kabupaten Boltim untuk dijadikan santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Khoir Tebuireng Vll, yang berada di Desa Buyat Barat, Kecamatan Kotabunan.
Menurut Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Boltim, Pemerintah daerah (Pemda) sudah melakukan kunjungan sekaligus koordinasi dengan pihak Ponpes pada Senin (17/10/2022) kemarin.
“Senin kemarin kami sudah datang ke Ponpes Miftahul Khoir untuk melakukan koordinasi mengenai program santri yang akan dibiayai oleh Pemda,” Ungkap Kabag Kesra Jantra Damopolii saat diwawancarai Bolmora.com diruang kerjanya, Rabu (19/1/2022).
Dirinya menerangkan, visi misi Pemda Boltim adalah BERSINAR. Selain pembangunan Infrastruktur, ada kata Religius dalam visi misi ini dan tidak boleh diabaikan.
“Tidak hanya pembangunan fisik namun pembangunan mental dan spiritual harus dijalankan. Buyat dijadikan Desa Santri dan ini akan kita wujudkan mulai tahun ini dengan mengirimkan anak dari setiap desa untuk mondok disini, yang nantinya akan dibiayai lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Tahun lalu juga, Pemda sudah meminjam pakaikan kendaraan roda empat untuk dijadikan kendaraan operasional Pesantren,” Terang Jantra.
Namun lanjut Kabag Kesra, pada tahun ini setiap desa di Boltim baru bisa mengirimkan 1 orang karena terkendala keterbatasan anggaran.
“Kemarin saya bersama pengasuh Ponpes Miftahul Khoir Kyai Abdur Rahman Modeong sudah membicarakan rincian anggaran yang akan digunakan, dan ini langsung kita laporan kepada pak Bupati. Mudah-mudahan segera direalisasikan, dan kemungkinan anak-anak akan masuk mulai tahun ajaran baru,” Jelas Jantra.
Dirinya menambahkan, pertemuan dengan pihak Ponpes merupakan langkah awal dan mudah-mudahan akan berlanjut.
“Dalam waktu dekat, kita akan turun ke desa-desa untuk memberitahukan program pemerintah ini. Langkah awal baru bisa 1 orang, namun kedepan jika banyak antusias dari masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di pesantren Miftahul Khoir dan ada ketambahan anggaran, maka bisa kita pastikan anak yang dikirimkan jumlahnya bertambah,” Urainya.
Sementera itu, Pengasuh Ponpes Kyai Abdul Rahman Modeong menyambut baik program ini dan berharap segera terealisasi, sehingga niat baik dari Pemda segera terlaksana.
“Atas nama Pengasuh Pesantren dan juga mewakili Yayasan, kami menyampaikan banyak terima kasih. Kami berdoa semoga program ini segera terealisasi sehingga niat baik dari Bapak Bupati dan Wakil Bupati segera terlaksana,” Tutup Modeong.
(RG)



