Pengrajin Sapu Ijuk Tradisional di Desa Sia Masih Tetap Eksis

0
389
Pengrajin Sapu Ijuk Tradisional di Desa Sia Masih Tetap Eksis
Pengrajin Sapu Ijuk Tradisional di Desa Sia, Kecamatan Kotamobagu Utara/Foto: Ist.
Advertisement

BOLMORA.COM, KOTAMOBAGU — Pengrajin Sapu Ijuk tradisional di Desa Sia, Kecamatan Kotamobagu Utara, hingga kini masih tetap eksis bertahan, meski perkembangan zaman kini sudah semakin modern.

Ternyata, kerajinan tangan Sapu Ijuk di Desa Sia ini, sudah berlangsung sejak lama secara turun temurun hingga sekarang.

Krisno Paeng, adalah salah satunya. Pria paruh baya ini cukup lama menggeluti profesi sebagai pengrajin sapu ijuk. ia mengaku kerajinan pembuatan sapu ijuk ini merupakan bisnis usaha warisan dari orang tua yang masih terus dilestarikannya.

Selama ini, kata Krisno, produk kerajinan tangan sapu ijuk buatannya, masih diminati dan laku dipasaran. Bahkan, penjualannya merambah hingga ke luar daerah.

“Selain di Kotamobagu, ada juga permintaan dari luar kota seperti Minahasa, Bolsel dan daerah tetangga lainnya,” ungkap Krisno.

Dalam sehari, kata dia, rata-rata produksi sapu yang dihasilkan antara 70 hingga 100 sapu yang siap jual ke pasaran.

“Tentunya sangat bersyukur, karena meski sudah banyak sapu modern yang di jual di pasaran, namun warga masih memilih sapu ijuk tradisional,” ucapnya.

Mengenai harga, Krisno menuturkan, tentunya jauh lebih murah bila dibandingkan dengan harga sapu modern. Kalau harga ecerannya kita jual Rp 7.000 per buahnya, tapi kalau di borong harganya Rp 5.000 per buah.

(*/wdr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here