11 KPPS Terpapar Covid-19, KPU Bolmong Imbau Masyarakat Tidak Takut ke TPS
BOLMORA.COM, BOLMONG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) mengimbau masyarakat untuk tidak takut ke TPS. Pasalnya, prosedur penanganan, pencegahan penyebaran Covid-19 akan dilaksanakan dengan ketat.
Diketahui, satgas percepatan penanganan Covid-19 Bolmong mengumumkan 11 KPPS di Bolmong terpapar Covid 19.
“Masyarakat tak perlu takut. Protokol Covid-19 kita laksanakan dengan ketat,” kata Komisioner KPH Bolmong Harsul Dumambow, Minggu (6/12/2020).
Menurut Hasrul, anggota KPPS yang kena Covid tidak akan diperkerjakan. Mereka akan jalani isolasi.
“Mereka sudah jalani isolasi sejak dinyatakan reaktif ketika rapid test, dan akan terus jalani isolasi pasca ditetapkan positif Covid-19,” ungkapnya.
Kata dia, tidak ada pergantian anggota KPPS, karena tak ada lebih dari satu kasus dalam satu TPS.
“Jadi ,ada 7 anggota. Satu Covid tinggal 6 anggota. Lain halnya jika ada 3 atau 4 kasus dalam satu TPS, maka akan dilakukan pergantian,” tegas Hasrul.
Ia menuturkan, hal tersebut sesuai aturan dan tidak mengganggu mekanisme pemungutan dan perhitungan suara.
Awal Desember 2020, kasus Covid 19 di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) melonjak pesat.
Pada Sabtu (5/12/2020), sebanyak 13 kasus Covid 19 diumumkan satgas percepatan penanganan Covid 19 di Bolmong. Jumlah itu merupakan yang terbanyak dalam sehari selama musim pendemi Covid 19 di Bolmong.
Ini juga kabar buruk bagi Pilgub 2020. Pasalnya 11 diantara pasien yang terdeteksi adalah KPPS. Juru bicara satgas percepatan penanganan Covid 19 Debby Kulo mengatakan, kesebelas anggota KPPS tersebut sebelumnya menjalani rapid tes dan dinyatakan reaktif.
“Lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan Swab dan dinyatakan positif,” kata Debby
Ungkap dia, para KPPS yang terkena Covid ini berasal dari sejumlah wilayah di Bolmong.
Sebut Debby, sebagian besar pasien jalani isolasi mandiri karena tidak menunjukkan gejala. Ia menuturkan, total penderita Covid 19 di Bolmong hampir menyentuh angka 100.
“Ada 97 kasus, pasien sembuh 69 orang, meninggal 7, kasus aktif 21 sedangkan pasien suspek 1 orang,” kata dia.
(Agung)



