Wabup Deddy Abdul Hamid Mengikuti Rakor Inflasi Daerah Oleh Kemendagri

0
Wabup bersama sekda ada OPD saat mengikuti virtual Mendagri
Advertisement

BOLMORA.COM, BOLSEL – Wakil Bupati kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Deddy Abdul Hamid, mengikuti rapat koordinasi (Rakor) mingguan yang keenam dalam rangka Pengendalian Inflasi di Daerah secara Virtual.

Dalam rakor yang dilakukan mingguan ini di pimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri M Tito Karnavian, Senin (28/11/2022).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam arahannya menyampaikan, sembilan langkah pokok pengendalian inflasi di daerah. Menurutnya, sembilan langkah tersebut dapat menjadi panduan bagi daerah untuk mengendalikan inflasi.

Suasana Vidcon bersama Mendagri

“Langkah pertama adalah melakukan pemantauan harga dan stok untuk memastikan kebutuhan yang tersedia,” ujarnya.

Berikutnya, yakni dengan melaksanakan rapat teknis Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

“Karena tidak mungkin (pengendalian inflasi) diatasi sendiri oleh pemerintah daerah, (tetapi upaya ini) yang melibatkan dari BI, BPS, kemudian TNI, Polri, para distributor, dan lain-lain,” jelas Mendagri.

Sementara itu, Wabup Deddy Abdul Hamid mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk membahas langkah kongkret pengendalian Inflasi di daerah sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo.

Wabup dan beberapa OPD saat mengikuti arahan Kemendagri

“Diketahui dalam Rakor ini, Provinsi Sulawesi Utara menjadi Provinsi dengan Inflasi terendah di minggu ketiga November 2022,” ungkapnya.

Lanjutnya, Sulut diberikan kesempatan untuk memaparkan strategi dalam pengendalian Inflasi.

“Beberapa strategi Provinsi Sulut dalam pengendalian inflasi yaitu menjaga ketersediaan pasokan barang komoditas serta sidak pasar terkait ketersediaan pasokan dan stabilitas harga komoditas pangan,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Wabup, ada Program Mari Berkebun untuk meningkatkan sektor pertanian yang antara lain yaitu ASN Menanam.

“Serta Program KUR untuk pertanian yang diberikan oleh Bank Sulutgo, dan program Business to business antar daerah terkait pemenuhan komoditas pangan khususnya holtikultura,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here