Kapolres Boltim ‘Kumpul’ Sangadi se-Kecamatan Kotabunan

0
645
Kapolres Boltim 'Kumpul' Sangadi se-Kecamatan Kotabunan
Kapolres Boltim AKBP Irham Halid SIK melakukan pengarahan kepada Sangadi-sangadi se-Kecamatan Kotabunan
Advertisement

BOLMORA.COM,BOLTIM – Kapolres Boltim AKBP Irham Halid SIK melaksanakan rapat koordinasi (rakor) dengan Camat, Kapolsek, Danramil 1303-05 Kotabunan, Kepala Puskesmas dan Sangadi (Kepala Desa) se-Kecamatan Kotabunan.

Rakor yang dilaksanakan di aula kantor Kecamatan Kotabunan Selasa (2/11/2021) pagi tadi, guna membahas percepatan vaksinasi di Kecamatan tersebut.

“Alhamdulillah posisi kita sudah rangking 11 dari awalnya rangking terbawah, tapi saat ini kita masih PPKM level 2. Saya berharap, kita bisa meningkatkan capaian vaksinasi 70 persen sehingga Boltim bisa naik ke PPKM level 1,” Ungkap Kapolres.

Dirinya menerangkan, di Provinsi Sulut sendiri, ada 2 kab/kota yang capaiannya sudah diatas 70 persen yakni Mitra dan Talaud.

“Boltim minimal harus seperti Mitra dan Talaud. Kita melakukan penyekatan bukan tapi tanpa solusi, tapi kita menyiapkan ruang di sekitar pos penyekatan untuk vaksinasi, dan Alhamdulillah dari capaian vaksinasi 22 persen, dalam waktu 3 pekan bisa naik menjadi 45 persen. Harapan kita, dengan pemberlakuan level satu masyarakat kita bisa beraktivitas normal kembali, tapi masih mengedepankan protokol kesehatan dan parameternya adalah vaksinasi,” Terang Kapolres yang tidak lama lagi akan pindah menjadi Kapolres Kotamobagu ini.

Dirinya berharap, peran dari bapak ibu sangadi dan perangkat lebih ditingkatkan.
“Jika capaian vaksinasi meningkatkan maka masyarakat akan menjadi senang dan ini untuk kemaslahatan umat. Kami minta kepada para sangadi dan aparat untuk lebih menggugah lagi masyarakat agar mau divaksin dan saya minta juga agar masyarakat terlayani dengan baik,” Harapnya.

Sementara itu, Camat Kotabunan Frida Manoppo menjelaskan, dalam kegiatan tersebut juga seluruh Sangadi se-Kotabunan mengumpulkan data capaian vaksinasi di desa masing-masing.

“Data capaian vaksinasi kita singkronkan baik dari Puskesmas Kotabunan, Puskesmas Buyat dan dari Desa. Hal tersebut dilakukan agar bisa terlihat jelas jumlah warga yang sudah divaksinasi tahap 1, tahap 2 dan yang belum divaksinasi. Dari data ini kita bisa melihat wilayah RT mana atau Dusun mana yang capaiannya masih rendah,” Jelas Frida.

(RG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here