Lampu Hijau di Era New Normal

0
880
Lampu Hijau di Era New Normal
Tampak aktivitas warga di Bolmong

BOLMORA.COM, BOLMONG – Virus corona dianggap menjadi momok yang menakutkan oleh sebagian masyarakat beberapa waktu terakhir, bahkan di sejumlah negara. Meski demikian, masih ada warga di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) yang menganggap biasa saja dalam menanggapi penyebaran virus corona.

Entah itu puluhan atau ratusan kasus positif Covid-19 bertambah, kebanyakan masyarkat tetap cuek. Warga Bolmong misalnya, meski ada imbauan warga tetap saja kumpul-kumpul di luar rumah. Pantauan Bolmora.Com di Pasar Lolak, Kecanatan Lolak, warga di kompleks Pasar Lolak maupun di sekitarnya tetap beraktivitas seperti biasa, tanpa menerapkan protokol kesehatan.

Sementara itu, di tempat yang lain terlihat restoran ramai dengan muda-mudi yang tengah bercengkrama. Tempat hiburan dan pusat perbelanjaan kembali dibanjiri warga yang mau memanjakan mata. Perlahan, kata New Normal dianggap jadi lampu hijau untuk bebas beraktivitas di luar. Padahal di Kabupaten Bolmong sendiri jumlah orang yang terinfeksi virus corona sudah mencapai 71 orang, dengan rinican 60 orang sembuh total, 4 orang meninggal dunia dan 7 lainnya yang tanpa gejala sedang dalam proses karantina mandiri.

Velma (42) seorang pedagang di Pasar Lolak mengungkapkan, di awal pandemi dirinya sempat cemas dan panic, apa lagi membaca berita di media yang setiap harinya pasien positif corona bertambah.

“Awalnya sempat panik dan takut, tapi mau bagimana lagi saya adalah tulang punggung keluarga dan harus menafkai anak saya. Saya libih takut anak saya tidak makan,” katanya.

Ia juga mengaku bosan membaca maupun mendengar pemberitahuan soal wabah pandemic Covid-19. Kendati demikian, Velma tetap menerapkan 3M (Memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) saat sedang berjualan maupun pergi ke tempat umum lainnya.

“Sudah malas mas baca pemberitahuan soal corona, sekarang corona suda jadi hal yang biasa. Tapi  waspada kesehatan itu penting pak, pakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan lainnya,” ujarnya.

Saat ditanya apakah percaya soal Covid-19 beber – benar ada atau sebaliknya hanya sebua konspirasi seperti isu di media social, keduanya mengaku tidak perduli.

“Soal konspirasi atau tidak, kami tidak perduli. Yang pasti jangan takut – takuti kami saat berjualan karena itu berdampak pada pembeli dan pemasukan kami, “ ungkapnya.

Sementara itu, di beberapa kawasan yang biasa dijadikan sebagai tempat tongkrongan di Kota Lolak, seperti pantai dan kedai tempat tongkrongan anak muda mulai ramai kembali. Di sisi yang lain, masa pandemi pun belum dinyatakan berakhir.

Seperti di kawasan Pantai Kota lolak, misalnya. Saat libut akhir pekan, kendaraan roda dua maupun roda empat, sudah tampak berjejer rapi terparkir di beberapa titik. Begitu pula orang-orang yang berada di sekitar. Kumpulan-kumpulan orang tampak mengisi sudut-sudut kawasan wisata ini, sekedar duduk menghabiskan hari libur sampai mandi di pantai. Bahkan, tidak sedikit orang, yang asik bercengkrama tanpa menggunakan masker. Di suatu tempat makan di pinggir pantai, tampak suasana begitu ramai.

Sekalipun saat memasuki kawasan wisata banak bertulisan “wajib masker”, namun beberapa muda-mudi yang berada di sana juga tidak semuanya menggunakan masker.

Seorang pemuda yang sedang berada di lokasi, Agus (28) mengatakan, datang kesini untuk menghaniskan libur akhir pekan. Ia mengaku mendengar jika keadaan sudah mulai kembali membaik setelah ada isu terkait “new normal”.

“Dengar-dengar kan udah mau new normal, artinya pelan-pelan suda bole nongkrong dan berwisata, selama ikut protokol (kesehatan),” ujarnya.

Dengan kondisi keramaian seperti ini, bukan tidak mungkin, potensi kluster baru akan terbentuk. Mengingat, kasus positif sampai saat ini masih bertambah. Kesadaran masyarakat dalam masa pandemi ini, diharapkan tidak sampai menurun, guna mencegah penyebaran virus tersebut, kembali meluas.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongongondow (Bolmong) tak henti hentinya mengajak masyarakat agar tetap menaati 3M atau memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak.

“Senantiasa ingatkan keluarga, kerabat dan segenap masyarakat akan pentingnya hal ini. Penerapan 3M sejatinya dapat mencegah penularan COVID-19. Terus disiplin terapkan protokol COVID-19,” ungkap Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bolmong, Deby Kulo.

(Agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here