KPU Provinsi Sulut Sosialisasikan Tahapan Pemilu Serentak 2024 kapada Awak Media
BOLMORA.COM, SULUT – Sejak bulan Juni 2024 lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sudah mulai melakukan tahapan Pemilu serentak 2024.
Pun demikian, KPU Sulut berpendapat media/pers adalah bagian terpenting saat melakukan tahapan agar diketahui publik.
Sehubungan dengan hal tersebut, KPU Sulut membutuhkan media untuk mensosialisasikan tahapan-tahapan selanjutnya. Olenhya, pada Sabtu (8/10/2022), bertempat di Hotel Mercure Manado, KPU Sulut mengundang awak media untuk mengikuti sosialisasi agar ke depan dapat mepublikasikan tahapan Pemilu serentak 2024 ke masyarakat luas.
Kegiatan ini dibuka langsung Plt Ketua KPU Provinsi Sulut, Meidy Tinangon, didampingi Komisioner lainnya yaitu Salman Saelangi dan jajaran Sekretariat KPU Sulut.
Saat kegiatan berlangsung Tinangon mengatakan bahwa pers mempunyai peranan penting dalam mensukseskan Pemilu nanti, yang akan dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2024.
Dia berharap pers/media nantinya
bisa mendongkrak partisipasi pemilih dan kualitas demokrasi.
“Ke depan, harapannya tidak hanya partisipasi pemilihnya yang tinggi tapi kualitas dari demokrasinya juga bisa baik. Peran media kiranya bisa menunjang apa yang sudah digaung-gaungkan terkait substansi demokrasi,” ucap Tinangon.
Tinangon juga mengungkap partisipasi pemilu 2019 tinggi berkat peran pers.
“Bagaimana teman-teman pers juga terlibat berperan aktif menghadirkan kualitas dari partisipasi masyarakat itu. Bagaimana partisipasi masyarakat itu, bisa menghargai pemilu yang luber dan jurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil). Kalau menggunakan hak pilih itu hanya sebatas demokrasi secara prosedural. Penting, bagaimana pemilu 2024 bisa berjalan sesuai dengan asas yaitu luber dan jurdil,” katanya.
Masih oleh yang juga pernah menjadi Ketua KPU Kabupaten Minahasa ini,
perlu agar menggaungkan pemilu yang berada di wilayah konflik. Ketika ada rivalitas maka berpotensi terjadi konflik. Harapannya, supaya jurnalisme saat ini mengarahkan ke jurnalisme perdamaian. “Wilayah konflik itu kita berharap akan menjadi arena integrasi. Saya harap pers dapat berperan di situ. Makanya kami berharap bisa bekerjasama dengan pers tanpa membatasi kebebasan pers,” ucap dia.
Sementara, Anggota KPU Sulut, Salman Saelangi yang adalah Ketua Divisi Sosdiklih, Partisipasi Masyarakat dan SDM menyampaikan, pada waktu pemilu 2019 ada yang mempertanyakan apakah target partisipasi pemilih di pemilu 2019 akan dicapai. Dirinya meyakini hal itu bisa diraih karena adanya indikator. “Saya bilang bisa. Kami memiliki indikator-indikator perekrutan badan ad hoc yang mendaftar animo masyarakat sangat tinggi. Pendaftar panitia coklit itu tinggi,” ujarnya.
(*/jane)



