Anwar Sebut Penyuluh dan Penghulu Merupakan Garda Terdepan Kemenag

0
390
Anwar Sebut Penyuluh dan Penghulu Merupakan Garda Terdepan Kemenag
Kegiatan Pembinaan Kualitas Profesi Penyuluh Agama Islam Non PNS Kemenag Bolmong di MTs Negeri Lolak. Rabu, (14/10/2020)

BOLMORA.COM, BOLMONG – Kakanwil Kemenag Sulut Hi. Anwar Abubakar mengatakan, orang yang paling bertanggungjawab terhadap baik buruknya penilaian masyarakat terhadap Kementerian Agama adalah Penyuluh Agama.

“Penyuluh dan penghulu merupakan garda terdepan kemenag,” ucapnya saat memberikan arahan dan penguatan pada Kegiatan Pembinaan Kualitas Profesi Penyuluh Agama Islam Non PNS Kemenag Bolmong di MTs Negeri Lolak. Rabu, (14/10/2020).

Di hadapan puluhan penyuluh dan penghulu, orang nomor satu di jajaran Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara itu menyatakan bahwa penyuluh agama yang profesional, akan selalu memberi kesan yang baik dan menjadi teladan serta keilmuan yang luar biasa bagi masyarakat. Karena itulah, wajah Kementerian Agama berada pada Penyuluh Agama.

“Penyuluh agama itu tidak berjalan pake kaki tapi berjalan pake muka. Karena itu dimanapun dia berada, orang akan tahu dan mengenal dia sebagai seorang penyuluh agama” ujarnya.

Maka dari itu, muka harus dijaga! karena kesan pertama biasanya orang melihat dari muka. Jika muka berseri-seri maka orang akan merasa nyaman berada di dekatnya. Sebaliknya berhadapan dengan orang yang mukanya kurang berseri-seri atau kurang baik, kita juga akan tidak tenang, tidak nyaman bahkan tidak betah berada di dekatnya. Seperti itulah penyuluh agama.

“Olehnya penyuluh agama harus selalu menunjukkan wajah yang menawan, menarik dan enak dipandang mata sehingga orang lain yang melihatnya jatuh cinta kepadanya. Itulah penyuluh yang profesional,” terang Anwar.

Namun dengan modal muka saja belum cukup, kita juga harus menggunakan kepala. (akal pikiran-red) juga hati atau keilmuan dan Iman, itu yang tak kalah pentingnya.

“Dari aspek Keilmuan, penyuluh agama itu sudah dianggap masyarakat orang yang tahu semua persoalan agama, karenanya penyuluh agama harus banyak tahu tentang persoalan agama. Karena kita tidak menginginkan ketika masyarakat bertanya tentang persoalan agama, kemudian kita tidak bisa menjawabnya,” kunci Abubakar.

“Karena itu, penyuluh agama harus berbuat maksimal, meskipun tunjangan belum maksimal. Karena hingga kini penyuluh agama kita tidak berimbang antara pemasukan dan pengeluarannya. Tetapi kembali ke niatan kita untuk berbagi, mengabdi untuk agama, masyarakat, negara dan bangsa,” tutupnya.

Turut serta mendampingi Kakanwil, Kakan Kemenag Bolmong H. Muhtar Bonde, Kabid Pendis Nasri Sakamole, Kasubbag Ummas Hartono Bawenti, Kasie. KSKK Alex K Usman, Kasie. SIPI Eka Wira Putra.

(Agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here