Oknum Guru Terduga Pelaku Cabul di Bolmong Bakal Jadi Orang Pertama yang Dihukum Kebiri

0
260
Oknum Guru Terduga Pelaku Cabul di Bolmong Bakal Jadi Orang Pertama yang Dihukum Kebiri
Foto Ilustrasi hukuman kebiri bagi pelaku kekerasan seksual

BOLMORA.COM, BOLMONG – Masih ingat dengan LM, oknum guru di salah satu SD di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), yang diduga mencabuli sejumlah muridnya?. LM kini terancam hukuman kebiri.

Jika hal itu terwujud, LM bakal menjadi orang pertama di Bolmong, bahkan Sulut yang menjalani hukuman tersebut.

Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) Bolmong melalui Kabid Rahmawati Gumohung mengatakan, pihak Polsek Lolak yang menangani perkara tersebut mengenakan pasal hukum kebiri kepada LM, sesuai Undang-undang Nomor: 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak.

“Itu jadi dasar tuntutan Jaksa pada sidang nanti,” ungkapnya.

Alasan pengenaan hukum kebiri, adalah perbuatan pelaku tergolong bejat. Apalagi, dia seorang tenaga pendidik.

“Seseorang yang tugasnya mendidik, tapi merusak masa depan anak-anak harus dihukum berat,” kata Rahmawati.

Saat ini, kasus cabul anak jadi momok di Bolmong. Hukuman kebiri tersebut diharapkan dapat  menimbulkan efek jera. Di tahun 2020 yang baru berlangsung sebulan, Bolmong sudah mengoleksi 20-an kasus kekerasan seksual terhadap anak.

“Kemungkinan, sidang akan berlangsung pekan depan. Kita dari Dinas PP dan PA akan mengawal kasus tersebut. Pelaku harus dihukum seberat-beratnya,” cetusnya.

Diketahui, kasus LM membuat heboh Kabupaten Bolmong akhir tahun lalu. Modusnya tergolong licin. Ia memanggil satu per satu murid perempuan, dan mendudukkannya di kursi. LM menyuruh mereka membaca, lantas menyodorkan ponsel yang memutar film kartun. Sementara siswa menonton, ia asyik menggerayangi alat vital muridnya.

Awal mulanya terungkap korban LM hanya lima orang. Tapi, belakangan terkuak jika korbannya lebih banyak. Ternyata, LM pernah melakukan hal serupa beberapa waktu sebelumnya. Pun orang tua murid yang marah nyaris menghajar LM di rumahnya. 

(Agung)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here