Dibudpar Kotamobagu Gelar Sosialisasi Pembentukan Desa Wisata

0
257
Dibudpar Kotamobagu Gelar Sosialisasi Pembentukan Desa Wisata
Suasana Sosialisasi pembentukan Desa Wisata
Advertisement

BOLMORA, KOTAMOBAGU – Guna memantapkan program pemngembangan sektor pariwisata, Senin (9/10/2017) kemarin, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Kotamobagu menggelar sosialisasi pembentukan Desa Wisata, yang dipusatkan di balai pertemuan Dapuon Desa Kobo Kecil, Kecamatan Kotamobagu Timur.

Sosialisasi disampaikan langsung oleh Kepala Disbudpar Moch. Agung Adati, yang didampingi sejumlah staf Disbudpar Kota Kotamobagu, dan diikuti oleh kepala desa beserta perangkat desa, lembaga adat, BPD dan ratusan warga Kobo Kecil ini, jga dihadiri oleh anggota DPRD Kota Kotamobagu Anugerah Begie Chandra Gobel.

Dalam pemaparannya, Agung menjelaskan tentang konsep pengembangan pariwisata melalui pembentukan Desa Wisata berbasis pemberdayaan masyarakat (Community Based Tourism).

Menurut Agung, konsep ini sangat tepat diterapkan dalam pengembangan pariwisata di Kota Kotamobagu, karena melibatkan peran serta masyarakat dalam proses perencanaan hingga pengelolaan Desa Wisata.

“Di sini, masyarakat diharapkan mampu menganalisis peri kehidupan dan masalahnya, serta mencari solusi berdasarkan kemampuan dan keterbatasan yang dimilikinya. Selain itu, masyarakat diharapkan juga mampu menstimulasi untuk mengembangkan usahanya sendiri dengan segala kemampuan dan sumberdaya yang dimiliki serta mengembangkan sistem untuk mengakses sumber daya yang diperlukan,” terang Agung.

Dalam kesempatan itu, Agung juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terimak asih atas respon positif masyarakat.  Ia berharap agar segera dibentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Kelompok Sanggar Seni untuk mendukung program Desa Wisata. Sebab, kelompok ini menjadi bagian penting dalam menyukseskan Sapta Pesona (Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah dan Kenangan).

“Pemahaman dan pengamalan Sapta Pesona menjadi syarat penting bagi masyarakat untuk mengelola Desa Wisata,” pungkasnya.

Pemaparan yang berlansung sekitar dua jam ini mendapat respon positif
dari seluruh peserta yang hadir. Bahkan sejumlah tokoh masyarakat ikut angkat bicara dan mendorong agar program ini segera diimplementasikan.
Seperti yang diungkapkan oleh salah satu tokoh masyarakat Hi. Ahadin
Paputungan, yang meminta agar masyarakat Kobo Kecil harus merespon niat baik itu.

“Kita perlu meresponnaya, karena akan sangat berpengaruh terhadap peningkatan ekonomi serta menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” imbuh Ahadin, yang diketahui mantan sangadi ini.

Hal senada disampaikan oleh Hi. Rais Akasi, pegawai salah satu
BUMN terkemuka di Kota Kotamobagu. Ia mengapresiasi atas ditetapkannya
Desa Kobo Kecil sebagai Desa Wisata.

“Ini adalah sebuah penghargaan bagi masyarakat Kobo Kecil, sehingga wajib bagi masyarakat untuk mendukung dan menyukseskan program Desa Wisata,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kobo Kecil Refli Ginintu, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil musyawarah di tingkat desa, telah disepakati untuk pembebasan lahan di lokasi destinasi akan dianggarkan melalui Alokasi Dana Desa (ADD).

“Ada tiga tempat yang akan dibebaskan, yaitu lokasi resting area, lokasi parkir dan lahan di sekitar destinasi. Selain itu, akhir tahun ini akan dilakukan renovasi jembatan gantung yang menjadi akses menuju lokasi air terjun,” sebut Refli.

Ia juga meminta agar warga yang lahannya akan dibebaskan, tidak mempersulit prosesnya.

“Karena ini untuk kepentingan bersama,” imbaunya.(*/me2t)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here